MOROWALI, KAIDAH.ID – PT IMIP mengembangkan kawasan mangrove Padabaho sebagai ruang rekreasi, sekaligus edukasi lingkungan dengan tetap mengedepankan pelestarian ekosistem pesisir. Hutan mangrove di wilayah tersebut selama ini berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi serta habitat berbagai flora dan fauna.
Supervisor CSR Department IMIP, Irfan Ardiansyah, menjelaskan pembangunan desa wisata dilakukan bertahap sejak 2023 melalui Program CSR Pembangunan Sarana Wisata Desa Padabaho. Pengembangan tersebut, kata dia, berangkat dari gagasan masyarakat yang melihat kebutuhan ruang wisata seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pekerja di Bahodopi.
Pengembangan juga disertai langkah penataan lingkungan melalui penanaman dan restorasi mangrove. Infrastruktur yang dibangun meliputi ruang pertemuan berkapasitas 100–150 orang, gazebo, serta jalur pejalan kaki berwarna cerah.
Pembiayaan dilakukan secara bertahap melalui dana swakelola yang dialokasikan IMIP bagi desa-desa di Kecamatan Bahodopi. Dengan dibukanya Desa Wisata Mangrove Padabaho, kawasan ini diharapkan berkembang sebagai destinasi unggulan di Morowali dan Sulawesi Tengah, sekaligus menjadi contoh pengembangan pariwisata yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Morowali, Armin Mohammad Ali, mengapresiasi dukungan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan para tenant.
Ia menilai pengembangan desa wisata ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor pariwisata.
Pengembangan Desa Wisata Mangrove Padabaho di Kecamatan Bahodopi tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) IMIP bersama tenant di kawasan industri itu. Destinasi ini ditata sebagai ruang wisata alam yang juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi masyarakat.
Dalam seremoni peresmian, Sabtu, 31 Januari 2025, Armin menilai dana CSR menjadi salah satu penguat ekonomi desa. Kehadiran desa wisata tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperluas partisipasi warga melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Ia juga menekankan pentingnya promosi berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan media dan konten digital pariwisata, agar destinasi tersebut semakin dikenal luas.
Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Bahodopi, Dahran Manan, menyebut kawasan wisata mangrove itu berpotensi menjadi ruang rekreasi sehat bagi masyarakat dan pekerja. Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan serta sinergi semua pihak agar pengembangan tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga.
Pada kesempatan yang sama dilakukan serah terima pengelolaan desa wisata antara perwakilan CSR IMIP dan Pemerintah Desa Padabaho.
Pelaksana Tugas Harian Kepala Desa sekaligus Sekretaris Desa Padabaho, Ambotuo Lanaco, menyampaikan terima kasih atas dukungan CSR IMIP. Ia menyebut kondisi kawasan mangrove kini jauh lebih tertata dibandingkan beberapa tahun lalu dan telah menjadi ruang rekreasi baru bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Padabaho telah membentuk Pokdarwis sejak 2025 untuk melibatkan generasi muda dalam pengelolaan destinasi sebagai aset jangka panjang desa. (*)

Tinggalkan Balasan