BOGOR, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode sebelumnya. Dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin, 2 Februari 2026, Presiden menegaskan akan ada proses pertanggungjawaban hukum.
“Jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” tegas Presiden di hadapan 4.011 peserta Rakornas yang terdiri dari gubernur, kepala kejaksaan tinggi, Pangdam, Danrem, bupati, wali kota, pimpinan militer pusat dan daerah, para menteri dan pimpinan lembaga negara lainnya.
Presiden menegaskan, pemerintah saat ini telah menghimpun berbagai kekuatan ekonomi milik negara ke dalam satu manajemen terpadu. Ia menyebut nilai aset yang dikelola mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
“Kita kumpulkan semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan. Tadinya terpecah-pecah dalam lebih dari seribu perusahaan. Bayangkan, siapa yang bisa mengelola sebanyak itu? Ini harus dibenahi,” ujarnya.
Menurut Presiden, pola pengelolaan sebelumnya membuat pengawasan dan akuntabilitas menjadi lemah. Karena itu, ia menegaskan perlunya pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang pernah memimpin BUMN.
“Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Mereka bilang saya hanya bisa bicara di podium. Tunggu saja panggilannya,” kata Presiden.
Presiden juga menegaskan, langkah tersebut bukan didasari kepentingan pribadi, melainkan tanggung jawab kepada rakyat.
“Saya hanya takut kepada rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar,” tandas Presiden Prabowo. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan