JAKARTA, KAIDAH.ID – Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Muhidin Mohamad Said, menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025, mencatat pertumbuhan yang solid sekaligus menunjukkan momentum positif, khususnya pada akhir tahun.
“Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh cukup baik dan menunjukkan penguatan yang nyata, terutama menjelang akhir tahun,” kata Muhidin, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis resmi yang diterima kaidah.ID, Kamis, 12 Februari 2026 sore.
Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen.
Menurut politisi senior Partai Golkar itu, meskipun capaian tersebut masih berada sedikit di bawah target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 sebesar 5,2 persen, namun angka tersebut tetap mencerminkan stabilitas perekonomian nasional di tengah tekanan global.
“Walaupun belum sepenuhnya mencapai target, pertumbuhan ini merupakan indikator penting bahwa perekonomian nasional tetap tumbuh stabil di tengah dinamika geopolitik dan berbagai tantangan eksternal,” katanya.
Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan ini menilai, salah satu momentum penting pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 terjadi pada Triwulan IV. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year), menjadi angka tertinggi sejak masa pandemi Covid-19.
“Pertumbuhan pada Triwulan IV 2025 sangat signifikan. Angkanya bahkan lebih tinggi dibandingkan Triwulan IV tahun sebelumnya yang sekitar 5,02 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan adanya penguatan ekonomi yang berkelanjutan setelah perekonomian sempat mengalami fluktuasi pada beberapa kuartal awal 2025.
“Momentum di akhir tahun itu penting, karena menandakan bahwa fundamental ekonomi kita semakin menguat,” kata Muhidin.
Secara nominal, PDB Indonesia tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp23.821,1 triliun. Sementara itu, PDB per kapita berada di kisaran Rp83,7 juta atau setara dengan USD 5.083,4.
“Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional terus meningkat, meskipun kita masih menghadapi risiko eksternal seperti perlambatan perdagangan global dan tekanan harga komoditas,” paparnya.
Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 terutama didorong oleh beberapa komponen utama, dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar terhadap PDB.
“Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat dan mobilitas yang lebih tinggi, terutama pada periode libur akhir tahun,” katanya.
Selain konsumsi, investasi juga tumbuh positif, didukung oleh realisasi investasi penanaman modal dalam negeri dan asing, serta belanja modal, khususnya pada mesin dan peralatan.
Sementara itu, ekspor masih memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun menghadapi tantangan dari kondisi ekonomi global yang memengaruhi permintaan luar negeri.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan menjadi sektor dominan yang secara bersama-sama menyumbang lebih dari separuh PDB nasional.
Meski pertumbuhan ekonomi tergolong kuat, Muhidin mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu terus dicermati, terutama ketidakpastian ekonomi global dan dinamika perdagangan internasional.
“Ketidakpastian global tentu dapat berdampak pada permintaan ekspor dan aliran modal asing, sehingga perlu diantisipasi dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan kebijakan di dalam negeri, termasuk sentimen pasar terhadap kebijakan fiskal dan moneter, khususnya di pasar keuangan.
“Sentimen pasar terhadap kebijakan fiskal dan moneter sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor. Karena itu, kebijakan yang stabil dan terukur menjadi kunci,” kata Muhidin.
Ia menegaskan, pengelolaan risiko yang baik diperlukan agar Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing di pasar global.
“Dengan kebijakan yang konsisten dan terukur, kita optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan semakin kompetitif,” kata Muhidin Mohamad Said menutup pernyataannya. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan