PALU, KAIDAH.ID – Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), beberapa waktu lalu menggelar rapat dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulteng, mengungkap penyebab terjadinya kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

Paling tidak, ada 11 penyebab yang terungkap dalam rapat tersebut, yaitu:

  1. Pemutusan hubungan kerja (kontrak yang habis)
  2. Perosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum memenuhi standar bagi pekerja lokal.
  3. Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja belum memenuhi syarat.
  4. Pihak PT. GNI kurang kooperatif terhadap Disnakertrans Provinsi Sulteng dan Pemda setempat.
  5. Perusahaan yang kurang memerhatikan saran-saran dari serikat pekerja.
  6. Fasilitas dan wisma yang sangat berbeda antara pekerja asing dan lokal.
  7. Makanan yang berbeda
  8. Adanya pemotongan upah dan calo tenaga kerja
  9. Kurangnya pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal
  10. Ada produksi batu split di dalam areal GNI.
  11. Beredarnya narkoba.

Dari semua penyebab itu, Komisi IV DPRD Sulteng telah menjadwalkan melakukan kunjungan ke kawasan industri PT. GNI untuk menemui sejumlah pihak di kawasan industri PT GNI tersebut.

Antara lain, Komisi IV DPRD Sulteng akan menemui pengurus serikat pekerja, manajemen PT GNI, Pemkab Morowali Utara dan para kepala desa di lingkar tambang.

Komisi IV juga berangkat ke Jakarta, untuk menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kementerian Nakertrans, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadaia, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian.

Saat ini, Komisi IV telah berada di Jakarta untuk menemui para pihak tersebut. (*)