PALU, KAIDAH.ID – Ngata Toro, sebuah perkampungan, yang bersinggungan langsung dengan kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Ngata artinya desa, sedang Toro adalah nama desanya.

Masyarakat Toro,lebih senang memakai istilah Ngata ketimbang desa. Serupa dengan Negeri bagi masyarakat Ambon.

Ngata Toro itu berada di dalam wilayah administrasi Kecamatan Kulawi, di Kabupaten Sigi. Jarak tempuh dari Kota Palu — Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah — hanya sekitar 3 jam melalui perjalanan darat.

Ngata Toro, topografinya berbentuk lembah dan hutan yang mengelilinginya. Masyarakat di sini, kebanyakan menanam padi organik di halaman rumahnya.

Di Ngata Toro, ada sebuah Lobo yang berdiri bangga. Lobo adalah rumah adat masyarakat Toro. Di Lobo ini, masyarakat Ngata Toro berkumpul, jika menghelat Libu Bohe, yang berarti musyarawah adat besar.

Hutan, adalah benteng raksasa bagi masyarakat Ngata Toro. Rumah ibadah seperti gereja dan mesjid, ikut menjadi pemandangan yang harmoni bagi yang datang ke sana.

Harmoni dalam keberagamaman, sangat nyata di Ngata Toro. Orang Islam dan Kristen hidup berdampingan, tanpa sekat dan masalah. Sampai-sampai, dalam satu rumah pun, tinggal bersama keluarga yang beda agama. Tak masalah.

AKSES DAN FASILITAS KESEHATAN

Di Ngata Toro, ada puskesmas pembantu, yang menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan di situ.