Petugas kesehatannya, hanya satu orang. Namanya Ny. Maryam, yang harus bekerja melayani sekitar 3.000 warga. Memang, tak mungkin ribuan orang itu sakit bersamaan, tetapi dengan satu petugas dan fasilitas yang jauh dari harapan, sangatlah berat.
Belum lagi, fasilitas atau alat kesehatan di puskesmas pembantu itu. Sangat jauh dari layak. Oksigen misalnya. Kita bisa membayangkan, satu puskesmas, hanya memiliki satu tabung oksigen.
Komunitas Roa Jaga Roa di Palu prihatin. Kenyataan itu menyayat hati. Mereka tak tinggal diam.
Menerima informasi mengenai kekurangan fasilitas kesehatan, di bawah komando Nudin Lasahido, berangkatlah relawan Roa Jaga Roa, Rahman Odi dan Muhammad Sharfin ke Ngata Toro.
Tiga orang relawan itu berangkat, mengantar satu unit konsentrator oksigen. Alat itu, merupakan bantuan kepada komunitas Roa Jaga Roa, ketika pandemi Covid-19 melanda.
Para pekerja kemanusiaan itu, menyerahkan konsentrator oksigen atau alat bantu napas tersebut, kepada Tina Nu Ngata Toro, Rukmini Toheke. Selanjutnya, ia meneruskannya kepada petugas kesehatan di puskesmas pembantu.

“Puskesmas pembantu hanya punya satu tabung oksigen, sedangkan mereka harus melayani sekitar 3000-an warganya,” kata Odi Rahman, relawan Roa Jaga Roa.
Odi tidak bisa membayangkan, jika satu tabung oksigen kehabisan isinya, sedangkan pada saat yang sama, ada pasien yang membutuhkan.
Maka, petugasnya harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 90 kilometer, ke Palu mengisi oksigen tersebut. Belum lagi jika musim hujan, perjalanan akan sangat sulit.
Jalanan yang banyak berlobang, jurang di sisi kanan jika ke Palu, licin dan banyak hambatan lainnya. Pasien bisa kehabisan napas, karena menunggu oksigen.
Maryam, bidan desa, satu-satunya tenaga medis di Ngata Toro, berterima kasih kepada Roa Jaga Roa. Ia mengaku akan sangat terbantu dengan bantuan konsentrat oksigen tersebut.
“Terima kasih. Kami sangat berterima kasih. Alat ini sangat membantu, karena alat ini, bisa menjadi alternatif pengganti tabung oksigen saat dalam keadaan darurat,” kata Maryam.
Apalagi, tambahnya, lebih mudah mengooperasikan konstrator oksigen. Itu keunggalan alat bantu napas tersebut.
“Biaya pemakaiannya jauh lebih murah, karena hanya listrik dan air. Kami tidak perlu lagi ke kota, untuk mengisi ulang tabung oksigen yang sudah kosong,” imbuhnya.
Maryam dengan cerdas menjelaskan lagi mengenai keunggulan alat itu. Hanya mengambil udara, dan menyaring nitrogen melalui saringan. Kemudian melepaskan nitrogen kembali ke udara, dan memastikan pemakainya menghirup udara yang mengandung oksigen murni.
“Terima kasih,” ucapnya.
TENTANG ROA JAGA ROA
Komunitas Roa Jaga Roa itu terbentuk, ketika Covid-19 melanda dunia. Sekumpulan anak muda di Palu, yang biasa berkumpul di kompleks Nebula, Jalan Rajawali 28 Palu, bersepakat membentuk komunitas itu, untuk saling membantu kawan.

Tinggalkan Balasan