GAZA, KAIDAH.ID – Israel menyerang Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza, Palestina. Serangan itu mengakibatkan beberapa warga sipil meninggal dunia dan luka-luka.

Pihak Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, serangan tersebut terjadi di depan pintu masuk rumah sakit.

Sementara itu, Mohamed Abu Musbah, Juru Bicara Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan, halaman rumah sakit tersebut sangat penuh dengan warga sipil.

“Belum ada konfirmasi mengenai korban jiwa dalam serangan Israel ke Rumah Sakit Al Shifa,” katanya seperti dilansir Aljazeera.

Dia mengatakan, pasukan Israel juga mengincar konvoi mobil ambulans yang sedang mengangkut pasien luka dari Kota Gaza menuju Perbatasan Rafah.

Jurnalis yang berada di lokasi kejadian melaporkan, akibat kejadian itu, beberapa warga tewas dan jenazahnya tergeletak di samping ambulans.

Pihak Bulan Sabit Merah Palestina juga melaporkan, sopir dan staf mereka yang bersama ambulans tersebut dilaporkan selamat, meski satu orang stafnya mengalami luka di bagian kaki, karena terkena serpihan peluru.

Saat ini, Rumah Sakit Al Shifa sebagai rumah sakit terbesar di Gaza, tak lagi mampu menampung jumlah pasien akibat agresi Israel ke Gaza.

WHO menyebut RS Al Shifa telah kelebihan kapasitas hingga 164 persen, dari jumlah tingkat okupansi tempat tidur.

Rumah sakit itu tak sanggup menampuung pasien, sebab 16 rumah sakit di seluruh Gaza saat ini tidak lagi berfungsi, karena rusak akibat serangan Israel dan ada yang kekurangan bahan bakar.

WHO melaporkan, lebih dari 23.500 orang luka-luka di seluruh Gaza dalam empat minggu perang. Sementara jumlah korban jiwa telah melampaui 9.200 orang. (*)