PALU, KAIDAH.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Anwar Hafid, Senin, 3 April 2023, menyampaikan ceramah Ramadhan di Masjid Agung, Jalan Masjid Raya, Palu.

Dalam ceramahnya, Ketua Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) Sulteng itu, menyampaikan tentang pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saat hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

Menurut Anwar Hafid, berdasarkan sejarah, saat Rasulullah berhijrah dari Bakkah Mubarakah (Mekkah yang penuh berkah), menuju Yatsrib yang kelak Beliau ubah menjadi Madinah, adalah kisah penuh hikmah, inspirasi dan nilai.

Saat itu, kata Ketua Partai Demokrat Sulteng itu, saat Rasul berdakwah, mengajak manusia ke jalan Allah, penuh dinamika dan tantangan.

“Maka perlu strategi dan pendekatan, perlu keteladanan dan kesabaran maksimal,” kata Anwar Hafid.

Maka, kata Anwar Hafid, saat tiba di Kota Madinah atau Yatsrib, Rasulullah menyampaikan empat pesan atau nasihat penting kepada seluruh masyarakat, baik yang pendatang (muhajirin) maupun asli setempat atau kaum anshar.

Empat pesan penting itu adalah:

Pertama; adalah tebarkan salam atau afsus salam.

Ini merupakan pesan perdamaian, yang Rasulullah bawa ke Madinah. Pesan damai itu merupakan prinsip fundamental seluruh umat manusia, apalagi yang muslim.

“Seorang muslim mempunyai hak terhadap muslim lainnya,” ujar Anwar Hafid.

Salah satunya, adalah mengucapkan salam bila berjumpa dengan Muslim lainnya.

إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ

“Jika kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam,” sebut Anwar Hafid mengutip Hadis Rasulullah.

Pesan kedua; Rasulullah menasihati kaum muslimin, untuk memberi makan terhadap sesama. Ini membuktikan, Rasulullah adalah sosok yang peduli, peka dan bermanfaat buat orang lain.

“Memberi atau juga memberi makan, bukan hanya kewajiban seorang mukmin, tapi harus menjadi karakter, budaya atau bahkan gaya hidup setiap muslim,” kata Anwar Hafid.

Menurut mantan Bupati Morowali itu, tidak harus menunggu kaya dan mampu untuk saling berbagi.

“Justru dengan berbagi, Allah akan bikin kita jadi kaya, kaya hati dan harta, Allah akan mampukan kita insya Allah,” ucapnya.

“Kalau orang kaya rajin sedekah, itu biasa. Tetapi orang miskin dan susah lalu ia rajin bersedekah, itu baru luar biasa,” sambungnya.

Anwar Hafid mengutip firman Allah di dalam Al Quran Surat ‘Ali Imran ayat 134:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”.

Anwar Hafid menerangkan, itulah kemudian Rasulullah memberikan pernyataan, bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah (al yadul ‘ulya khoirum minal yadis sufla).

Nasihat ketiga dari Rasulullah adalah pentingnya menyambung tali silaturahmi.

Anwar Hafid menjelaskan, falsafah hidup yang orang tua selalu mengajarkan kepada anak-anaknya, adalah, seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak.

Menurut dia, itu sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya.

Silaturahmi, sebut Anwar Hafid, sejajar dengan tauhid dan ibadah mahdhah yang fundamental, danmenjadi penyelamat bagi umat dari api neraka.

Pesan Rasulullah yang ke empat, adalah pentingnya shalat di malam hari, saat orang lain sedang terlelap dalam tidur mereka.

Anwar Hafid menjelaskan, itu merupakan optimalisasi diri, yang dalam bahasa agama adalah mujahadah.

Dalam pesan itu, Rasulullah seakan mengingatkan umatnnya:

“Hai kaum muslimin, bangkitlah, datang ke Allah, libatkan Allah dalam semua urusanmu. Tunjukkan loyalitas, tunjukkan rasa cintamu pada Allah”.

Menurutnya, umat Islam tidak boleh ikut terlelap dalam tidur bersama kebanyakan orang, jangan terbuai dalam mimpi-mimpi indah, tetapi tak berbuat apa-apa.

“Jangan hanya berdiam diri, berpangku tangan dan tidur saja. Bergeraklah! Bangkitlah! hari esok menantimu,” imbaunya.

“Jadilah sosok yang berbeda dari kebanyakan orang, dari sisi spiritual, semangat, kinerja dan banyak hal lainnya,” kata Anwar Hafid melanjutkan.

Arifuddin Hatba, salah seorang jemaah Masjid Agung mengatakan, ceramah Anwar Hafid itu menggugah banyak orang.

“Selama Ramadhan, baru ada yang berceramah seperti Pak Anwar. Materi dan isinya sangat substantif. Kena di hati,” ujarnya. (*)