Dia terjerat dalam operasi tangkap tangan KPK bersama sejumlah orang lainnya, di sebuah hotel di Jakarta Selatan dan di beberapa tempat di Kota Ternate.

Dalam penangkapan itu, KPK juga menyita uang tunai sebanyak Rp725 juta.

Dalam gelar perkara terungkap modus yang dilakukan Ghani untuk menggarong duit negara.

Sebagai Gubernur, AGK ditengarai ikut serta dalam menentukan siapa kontraktor yang dimenangkan untuk menggarap proyek-proyek infrastruktur.

KPK menemukan, AGK diduga sudah menerima uang suap dengan total Rp2,2 miliar.

Uang itu diduga dipakai untuk kepentingan pribadi, seperti membayar menginap di hotel dan membayar dokter gigi.

Selain menerima suap dari proyek, KPK menengarai AGK juga melakukan jual-beli jabatan. Banyak pejabat di Pemprov Malut telah memberikan kesaksian soal ini di pengadilan. Bahkan ada yang telah menjadi tersangka.

AGK diduga menerima uang dari ASN di lingkungan Pemprov Maluku Utara untuk mendapatkan rekomendasi atau persetujuan naik jabatan.

Tak berhenti sampai di soal skandal harim AGK dan jual beli jabatan saja. Dalam pengembangan kasus, KPK menemukan fakta terjadi jual beli izin usaha pertambangan.

Tagal itu, KPK telah melakukan penggeledahan di Kantor Ditjen Minerba, Kementerian ESDM di Tebet, Jakarta pada Rabu, 24 Juli 2024.

Penggeledahan itu, terkait kasus gratifikasi dan pencucian uang bekas Gubernur Malut AGK, melalui pengurusan izin usaha pertambangan yang melibatkan Muhaimin Syarif yang kini telah menjadi tersangka. Muhaimin Syarif adalah orang dekat AGK .

Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait pengurusan tambang di provinsi itu.

“Kegiatan penggeledahan telah selesai kemarin sore. Hasilnya, penyidik menemukan dokumen/surat dan print out BBE, yang menurut penyidik terkait dugaan pengaturan pengurusan perizinan tambang di Malut yang diduga dilakukan oleh tersangka AGK dan MS (Muhaimin Syarif),” kata Jubir KPK Tessa Mahardhika dalam keterangan tertulis kepada jurnalis, Kamis, 25 Juli 2024.

Tessa mengatakan penyidik akan mendalami lebih lanjut hasil penggeledahan tersebut. Dirinya juga tidak menutup kemungkinan penyidikan akan dikembangkan ke pihak lain.

“Tidak tertutup kemungkinan penyidikan ini bisa berkembang kepada pihak-pihak lainnya yang patut untuk dimintai pertanggungjawaban pidananya,” katanya.

Nur Azizah, seorang warga Ternate mengaku hanya bisa masygul atas seluruh pengakuan para saksi itu, terutama soal skandal harim AGK dan suap izin tambang. Dia bilang, semua itu karena akibat dari keserakahan.

“Allah akan buktikan kebenaran itu,” kata dia. (*)

Editor: Ruslan Sangadji