MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kini telah mengoperasikan sebanyak 322 unit kendaraan listrik atau electric vehicle/EV), sebagai bagian dari upaya mendukung target Indonesia mencapai nol emisi karbon (net zero emission) pada tahun 2060.

Mengutup rilis resmi Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, Deputy Operational Director PT IMIP Yulius Susanto, menjelaskan hingga 31 Juli 2024, ratusan kendaraan listrik tersebut terdiri dari 199 unit dump truck listrik milik Tsingshan Group, 72 unit loader listrik.

Selain itu, tercatat sebanyak 25 unit loader listrik milik PT DSI, 25 unit forklift listrik milik PT QMB, serta 1 unit kendaraan listrik milik IMIP sendiri.

“Langkah ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendorong pengurangan emisi karbon di kawasan industri,” jelas Yulius Susanto, Selasa, 5 Juli 2025.

Ia menambahkan, kendaraan-kendaraan tersebut menggantikan armada berbahan bakar minyak yang sebelumnya digunakan untuk operasional, khususnya pengangkutan material.

Dump truck listrik yang digunakan di kawasan IMIP, katanya, mampu mengangkut hingga 30 ton material dan menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian baterai penuh.

Menurut Yulius, penggunaan kendaraan listrik ini tidak hanya menekan konsumsi bahan bakar fosil, tetapi juga meminimalkan emisi karbon dan CO2, sehingga memberikan dampak positif langsung terhadap lingkungan.

Upaya elektrifikasi kendaraan ini sudah dimulai sejak tahun 2023, dimotori oleh Tsingshan Group, yang saat itu hanya mengoperasikan sekitar 10 unit dump truck listrik.

Seiring waktu, jumlah kendaraan terus meningkat, termasuk partisipasi tenant-tenant lain di kawasan IMIP, yang mulai beralih ke alat berat bertenaga listrik.

“Ke depan, kami menargetkan jumlah armada listrik di kawasan ini bisa mencapai 400 unit hingga akhir tahun 2025,” kata Yulius.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk memanfaatkan electric vehicle/EV), sebagai sarana transportasi bagi karyawan di dalam kawasan. Menurutnya, kendaraan bertenaga listrik sangat cocok digunakan sebagai bus pengangkut dari halte ke lokasi kerja.

“Kalau kita lihat di Tiongkok, mobil listrik sudah digunakan 60-70 persen. Kita berharap penggunaan di kawasan IMIP juga akan terus meningkat,” tandasnya.

MASA DEPAN TRANSPORTASI YANG BERSIH, EFISIEN DAN CERDAS

Electric vehicle/EV) tak lagi sekadar tren global, tetapi telah menjadi solusi nyata menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi teknologi mutakhir, efisiensi operasional, serta dukungan kebijakan pemerintah, kendaraan listrik menawarkan berbagai manfaat nyata, baik bagi lingkungan, ekonomi, maupun masyarakat secara luas.

Hyundai Worldwide menyebut, sejumlah manfaat menggunakan kendaraan listrik, antara lain:

  1. Manfaat Lingkungan:
  • Mengurangi Polusi Udara:
    Electric vehicle/EV menghasilkan nol emisi gas buang, membantu meningkatkan kualitas udara di perkotaan dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim.
  • Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil:
    Dengan beralih ke kendaraan listrik, kita mengurangi penggunaan sumber energi yang tidak terbarukan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.
  1. Manfaat Ekonomi:
  • Biaya Operasional Lebih Rendah:
    Meskipun harga beli awal mungkin lebih tinggi, kendaraan listrik cenderung memiliki biaya operasional yang lebih rendah karena pengisian daya lebih murah daripada bensin, serta perawatan yang lebih sederhana dan murah.
  • Potensi Insentif Pemerintah:
    Pemerintah seringkali memberikan insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik, seperti pembebasan pajak atau subsidi pengisian daya, ungkap Geely Auto Indonesia.
  1. Manfaat Pengguna:
  • Pengalaman Berkendara yang Lebih Baik:
    Electric vehicle/EV menawarkan akselerasi instan, pengendaraan yang lebih halus, dan tingkat kebisingan yang lebih rendah, kata Hyundai.
  • Teknologi Canggih:
    Kendaraan listrik seringkali dilengkapi dengan fitur-fitur teknologi terbaru seperti sistem infotainment canggih, konektivitas 5G, dan kemampuan mengemudi otonom.
  • Perawatan Lebih Mudah:
    Electric vehicle/EV memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan kendaraan konvensional, sehingga perawatan cenderung lebih sederhana dan murah.
  • Pengisian Daya yang Lebih Mudah (di masa depan):
    Meskipun saat ini stasiun pengisian daya masih terbatas, infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik terus berkembang, menjanjikan kemudahan pengisian daya di masa depan.
  1. Manfaat Sosial:
  • Mendukung Target Nol Emisi:
    Dengan beralih ke kendaraan listrik, kita turut berkontribusi pada pencapaian target nol emisi pemerintah dan upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.
  • Membangun Jaringan Sosial:
    Komunitas kendaraan listrik yang semakin berkembang memungkinkan pemilik kendaraan untuk terhubung, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan sosial.

Editor: Ruslan Sangadji