PALU, KAIDAH.ID – Puluhan petani cabai dari tiga kelompok tani di Kelurahan Poboya, Kota Palu, menggelar panen perdana bersama PT. Citra Palu Minerals (CPM), Ahad, 7 Maret 2026. Panen bersama tersebut berlangsung di salah satu lahan milik Kelompok Tani Mitra Poboya.
Panen raya ini, merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) PT CPM, yang mengembangkan program cluster cabai di Kelurahan Poboya.
Program tersebut melibatkan tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Mitra Poboya, Kelompok Tani Taruma Jaya, dan Kelompok Tani Povalavavu.
Supervisor PPM-CSR PT CPM, Zulkifli Salingkat, mengatakan program ini mencakup penanaman sekitar 10 ribu bibit cabai, yang tersebar di lahan seluas satu hektare sebagai percontohan pengembangan pertanian cabai di wilayah tersebut.
“Luasan tanam kali ini mencapai satu hectare, dengan pemberian sekitar 10 ribu bibit cabai. Pada panen perdana hari ini sekitar 1.400 pohon cabai di lahan salah satu kelompok tani Mitra Poboya,” sebut Zulkifli.
Ia menjelaskan, dari total 10 ribu bibit yang ditanam oleh tiga kelompok tani tersebut, potensi hasil panen diperkirakan dapat mencapai sekitar 200 kilogram cabai dalam satu kali panen.
Menurut Zulkifli, program cluster cabai merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
“Ini merupakan bagian dari program PPM-CSR PT Citra Palu Minerals yang kami namakan pengembangan cluster cabai. Selain cabai, ada juga beberapa program pertanian lain seperti penanaman bawang merah di Tanamodindi dan di beberapa wilayah lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan program serupa akan terus dikembangkan di desa dan kelurahan lain yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga melakukan pendampingan secara menyeluruh kepada para petani.
“Kami melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemberian bibit, pupuk, pelatihan teknik budidaya, hingga saat panen. Bahkan kami juga mendampingi petani dalam hal pemasaran hasil panen,” katanya.
Ia menyebutkan, proses budidaya cabai hingga panen pertama membutuhkan waktu sekitar enam bulan sejak bibit ditanam.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mitra Poboya, Bantu, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan PT CPM kepada para petani di wilayahnya.
“Kami difasilitasi oleh PT CPM dengan pemberian bibit cabai. Hari ini kami mengundang pihak perusahaan untuk panen bersama agar mereka juga bisa melihat langsung hasil dari tanaman yang kami kembangkan,” ujarnya.
Menurutnya, panen cabai kali ini cukup menjanjikan karena harga cabai di pasaran sedang tinggi, mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram.
“Hasil panen cabai ini tentu langsung kami pasarkan. Bahkan sudah ada pengepul yang biasa membeli hasil panen kami di pasar,” kata Bantu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang selama ini dinilai aktif membantu para petani melalui berbagai program pemberdayaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan. Bantuan yang diberikan selama ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha pertanian,” tandasnya. (*)
(Ruslan Sangadji)


Tinggalkan Balasan