SIGI, KAIDAH.ID – DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, melalui program Golkar Peduli, Kamis, 18 Juni 2026.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Sulteng, Imelda Liliana Muhidin, didampingi Anggota DPRD Provinsi Sulteng Fraksi Partai Golkar Dapil Sigi-Donggala, Henri Kusuma Muhidin.

Penyaluran bantuan dipusatkan di Posko Induk Desa Kamarora, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulteng pada 16 Juni 2026 lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Sigi Fraksi Partai Golkar, yakni Minhar Tjeho, Dini Dewi Mariaty, Hazizah, Jafar Hi. Jaher, dan Smar. Hadir pula Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sigi Ilham Pettalolo bersama jajaran pengurus partai, Camat Nokilalaki Mikail, serta Camat Palolo.

Bantuan yang disalurkan berupa tandon air, genset, terpal, beras, 1.000 paket makanan siap saji, air mineral, susu UHT, dan biskuit. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Nokilalaki.

Imelda Liliana Muhidin yang juga Wali Kota Palu itu mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Partai Golkar, kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuan ini mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, namun kami berharap dapat membantu meringankan beban warga, yang saat ini masih berada dalam kondisi darurat pascagempa,” katanya.

Menurut Imelda Liliana Muhidin yang karib disapa Lia ini, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Karena itu, ia mengajak perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu warga terdampak.

“Kebutuhan masyarakat saat ini sangat mendesak. Karena itu kami berharap semakin banyak pihak yang turut bergerak memberikan bantuan kemanusiaan,” harapnya.

BANTUAN TAHAP AWAL

Sementara itu, anggota DPRD Sulteng Dapil Sigi-Donggala, Henri Kusuma Muhidin, menegaskan, bantuan yang diberikan merupakan bantuan tahap awal, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi, sambil menunggu proses pendataan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah,” kata Henri Kusuma.

Ia menambahkan, setelah masa darurat berakhir, perhatian harus diarahkan pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama bagi warga yang rumahnya rusak berat.

Camat Nokilalaki, Mikail, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Partai Golkar terhadap masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan warga yang hingga kini masih bertahan di posko-posko pengungsian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Palu. Guncangan gempa dirasakan kuat di Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, dan Donggala.

Hingga kini, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan kerusakan bangunan. Ribuan warga dilaporkan terdampak, sementara sejumlah rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah, serta infrastruktur mengalami kerusakan. (*)

(Ruslan Sangadji)