“Dalam simulasi terbuka, responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi dalam keterangannya, Ahad, 9 Agustus 2026.
JAKARTA, KAIDAH.ID – Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam elektabilitas calon presiden apabila Pemilihan Presiden (Pilpres) digelar saat ini.
Hal itu berdasarkan hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Dalam simulasi terbuka, Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, Prabowo masih menjadi nama yang paling banyak muncul ketika responden ditanya secara terbuka mengenai tokoh yang akan dipilih jika Pilpres dilaksanakan saat ini.
“Dalam simulasi terbuka, responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi dalam keterangannya, Ahad, 9 Agustus 2026.
Menurut Dedi, posisi Prabowo sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan atau top of mind masyarakat.
Namun, keunggulan tersebut dinilai belum sepenuhnya aman.
Dukungan publik, kata Dedi, akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik. Jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih mudah bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” ujar Dedi.
Dedi Mulyadi Tempel Prabowo
Dalam hasil survei tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan elektabilitas 21,7 persen.
Selisih elektabilitas Dedi Mulyadi dengan Prabowo hanya 1,7 poin persentase.
Posisi ketiga ditempati mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 11,5 persen.
Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,5 persen dan Ganjar Pranowo 4,1 persen.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 3,9 persen.
Sejumlah nama lain juga masuk dalam simulasi survei IPO.
Sherly Tjoanda memperoleh 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1,0 persen.
Sementara nama-nama lainnya memperoleh elektabilitas di bawah satu persen.
Di sisi lain, masih terdapat 17 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan jawabannya.
Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang perubahan preferensi pemilih jika kontestasi Pilpres benar-benar berlangsung.
Survei Libatkan 1.200 Responden
Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam survei tersebut.
Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling.
Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Hasil survei ini menunjukkan persaingan elektabilitas masih cukup terbuka.
Prabowo memang berada di posisi teratas.
Namun, jaraknya dengan Dedi Mulyadi relatif tipis.
Sementara Anies Baswedan masih berada di posisi ketiga dengan jarak yang cukup jauh dari dua nama teratas.
Dengan masih adanya 17 persen responden yang belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawabannya, peta elektabilitas masih berpotensi berubah seiring perkembangan politik dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan