Targetnya jelas: mempertahankan basis yang ada sekaligus menambah perolehan kursi di berbagai tingkatan
JAKARTA, KAIDAH.ID – Sejumlah petinggi Partai Golkar dari Provinsi Sulawesi Tengah, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Morowali bertemu dalam satu forum khusus di salah satu restoran di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Forum yang oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, M. Arus Abdul Karim, memberi nama Konsolidasi Golkar Pasigala Plus itu, mempertemukan pimpinan Golkar Sulawesi Tengah, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Morowali. Mereka membahas langkah politik dan strategi pemenangan untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Pertemuan berlangsung serius di salah satu restoran di Jakarta. Hadir Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah M. Arus Abdul Karim, Sekretaris Jemi Hosan, Ketua Golkar Sigi Moh. Rizal Intjenae, Ketua Golkar Parigi Moutong Erwin Burase, Plt. Ketua Golkar Donggala Henri Kusuma Muhidin, serta Bendahara Golkar Morowali Iriane Ilyas.
M. Arus Abdul Karim mengatakan, konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur dan basis politik Golkar di wilayah Pasigala Plus.
“Pertemuan ini bernama Konsolidasi Golkar Pasigala Plus untuk penguatan pemenangan Golkar 2029,” kata Arus yang juga menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Target yang dibicarakan bukan sekadar mempertahankan perolehan kursi pada Pemilu 2024. Golkar menargetkan adanya penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh delapan kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Di tingkat kabupaten, Golkar mengamankan lima kursi di Sigi, lima kursi di Parigi Moutong, empat kursi di Donggala, dan tiga kursi di Morowali.
Capaian tersebut menjadi modal sekaligus dasar, untuk menyusun target baru.
“Pada Pemilu berikutnya jumlah kursi harus bertambah. Itu target yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegas M. Arus Abdul Karim.
Kontestasi Kepala Daerah
Selain memperbesar kekuatan di parlemen, Golkar juga mulai mengarahkan perhatian pada kontestasi kepala daerah. Kursi bupati dan wali kota menjadi bagian dari sasaran politik yang dibahas dalam konsolidasi Golkar Pasigala Plus tersebut.
Sementara untuk kursi Gubernur Sulawesi Tengah, Golkar tidak menjadikannya sebagai target utama dalam agenda yang dibicarakan pada pertemuan tersebut.
“Kita tidak berpikir mengejar kursi gubernur. Itu bukan target Golkar di 2029 nanti,” ujar M. Arus Abdul Karim.
Pembahasan berlangsung pada berbagai aspek, mulai dari penguatan struktur organisasi, konsolidasi kader dan mesin partai hingga penyusunan strategi serta taktik pemenangan.
Konsolidasi Pasigala Plus ini, menjadi salah satu langkah awal Golkar Sulawesi Tengah, untuk mempersiapkan kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029.
Targetnya jelas: mempertahankan basis yang ada sekaligus menambah perolehan kursi di berbagai tingkatan. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan