Dengan pengalaman panjang di lingkungan TNI AD, Saleh Mustafa kini akan membantu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan tugas di sektor pertanian nasional
JAKARTA, KAIDAH.ID – Kementerian Pertanian kini memiliki wakil menteri baru. Muhammad Saleh Mustafa dipercaya mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).
Saleh Mustafa merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Jenderal. Ia lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri. Ia juga memiliki latar belakang satuan Kopassus.
Perjalanan karier militernya cukup panjang. Saleh Mustafa pernah dipercaya menjadi Komandan Korem 132/Tadulako pada 2016–2017, kemudian Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Kodiklatad pada 2017–2019 dan Kasdam Jaya pada 2019–2021.
Setelah itu, ia menjabat Kaskogabwilhan II pada 2021–2022, Pangdam XVII/Cenderawasih pada 2022–2023, Kepala Staf Kostrad pada 2023, hingga dipercaya menjadi Pangkostrad. Pada 2024, ia kemudian menduduki posisi Inspektur Jenderal TNI sebelum ditunjuk sebagai Wakasad pada 2025.
Putra Ternate
Muhammad Saleh Mustafa dikenal sebagai salah satu perwira asal Maluku Utara yang meniti karier hingga posisi strategis di lingkungan TNI AD.
Ia lahir dan besar di Ternate. Saleh Mustafa merupakan putra daerah Maluku Utara, yang kemudian menjadi perwira tinggi dengan pengalaman di berbagai satuan, mulai dari Kopassus, Kostrad hingga komando kewilayahan.
Saat menjabat Danrem 132/Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2016–2017, Saleh Mustafa juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan penanganan keamanan di wilayah tersebut. Pada masa itu, ia turut terlibat dalam upaya penanganan kelompok teror di Poso melalui Operasi Tinombala.
Kisah Menolak Sogokan
Ada satu kisah yang pernah dikaitkan dengan Saleh Mustafa ketika dirinya masih menjabat Danrem 132/Tadulako.
Ketika itu, seorang warga, datang menyampaikan keinginannya, agar anaknya dapat mengikuti seleksi masuk Bintara TNI.
Saleh Mustafa, yang ketika itu masih berpangkat Kolonel, disebut mempersilakan warga tersebut mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai ketentuan.
“Silakan lengkapi persyaratan dan daftar di Korem,” kata Saleh Mustafa, sebagaimana kisah yang disampaikan kembali dalam tulisan tersebut.
Namun, warga itu kemudian menyerahkan sebuah amplop berisi uang. Uang tersebut dimaksudkan sebagai sogokan agar anaknya dapat dinyatakan lulus dalam seleksi Bintara TNI.
Saleh Mustafa langsung menolak pemberian tersebut.
“Masuk Tentara itu gratis. Tidak ada bayar membayar. Ambil kembali uang itu dan silakan pulang untuk urus anak bapak. Uang itu sebaiknya digunakan saja selama pendidikan jika lulus nanti,” ujarnya dalam kisah tersebut.
Anak itu kemudian tetap mengikuti proses pendaftaran dan menjalani serangkaian tahapan seleksi. Ia disebut memiliki prestasi di bidang olahraga dan akhirnya dinyatakan lulus sebagai calon Bintara TNI untuk mengikuti pendidikan di Makassar.
Namun, sebelum sempat mengikuti pendidikan, anak tersebut mengalami kecelakaan sepeda motor ketika sedang mengantar berkas tambahan ke Korem.
Bagi Saleh Mustafa, penolakan terhadap pemberian semacam itu berkaitan dengan integritas seorang prajurit dan sumpah yang telah diucapkan.
“Sekali saja kita menerima sogokan, selamanya kita akan dinilai buruk oleh masyarakat,” kata Saleh Mustafa dalam kisah tersebut.
Kini, perjalanan panjang Muhammad Saleh Mustafa di dunia militer membawanya ke lingkungan pemerintahan sipil. Setelah sebelumnya menduduki jabatan Wakasad, ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dengan pengalaman panjang di lingkungan TNI AD, Saleh Mustafa kini akan membantu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan tugas di sektor pertanian nasional. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan