Hasil survei ini menunjukkan Gerindra memimpin elektabilitas partai politik dengan selisih 9,5 poin persentase dari PDIP. Meski demikian, tingginya angka responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban, yakni 24,2%, menunjukkan masih adanya kelompok pemilih yang belum menyatakan preferensi politiknya

JAKARTA, KAIDAH.ID – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas, dalam survei elektabilitas partai politik nasional yang dilakukan Poltracking Indonesia pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Gerindra unggul dengan elektabilitas sebesar 22,9%, disusul PDIP sebesar 13,4% dan Partai Golkar sebesar 9,1%.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menyampaikan hasil tersebut dalam pemaparan survei yang disiarkan melalui kanal YouTube Poltracking Indonesia, Senin, 19 Oktober 2026.

“Elektabilitas Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDIP, Golkar, PKB, kemudian PKS, Demokrat, NasDem,” kata Hanta.

Berdasarkan hasil survei, PKB berada di posisi keempat dengan elektabilitas 7,1%. Selanjutnya, Partai Keadilan Sejahtera PKS meraih 5,8%, Partai Demokrat 5,4%, dan Partai NasDem sebesar 3,9%.

Hanta mengatakan, sejumlah partai berpotensi kembali masuk parlemen apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tetap ditetapkan sebesar 4%.

“Ini kalau dilihat datanya NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDIP dan Gerindra berpotensi besar lolos di parlemen kalau angkanya tetap di 4% karena angka mereka ada di 4% atau lebih,” ujar Hanta.

Namun, berdasarkan angka yang dipaparkan, elektabilitas NasDem sebesar 3,9% masih berada sedikit di bawah ambang batas 4%. Dengan demikian, posisi NasDem masih bergantung pada perkembangan elektabilitas dan ketentuan ambang batas yang berlaku.

Sementara itu, PSI memperoleh elektabilitas 2,9%, disusul PAN sebesar 2,2% dan PPP sebesar 1,6%.

Partai-partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 1%. Perindo meraih 0,5%, Partai Gelora 0,3%, Partai Hanura 0,2%, serta Partai Ummat, PBB, Partai Garuda, PKN, dan Partai Buruh masing-masing sebesar 0,1%.

Adapun responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 24,2%.

Survei Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah dan memiliki hak pilih.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik nasional Poltracking Indonesia:

  1. Gerindra: 22,9%
  2. PDIP: 13,4%
  3. Golkar: 9,1%
  4. PKB: 7,1%
  5. PKS: 5,8%
  6. Demokrat: 5,4%
  7. NasDem: 3,9%
  8. PSI: 2,9%
  9. PAN: 2,2%
  10. PPP: 1,6%
  11. Perindo: 0,5%
  12. Gelora: 0,3%
  13. Hanura: 0,2%
  14. Partai Ummat: 0,1%
  15. PBB: 0,1%
  16. Garuda: 0,1%
  17. PKN: 0,1%
  18. Partai Buruh: 0,1%
  19. Tidak tahu/tidak menjawab: 24,2%

Hasil survei ini menunjukkan Gerindra memimpin elektabilitas partai politik dengan selisih 9,5 poin persentase dari PDIP. Meski demikian, tingginya angka responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban, yakni 24,2%, menunjukkan masih adanya kelompok pemilih yang belum menyatakan preferensi politiknya. (*)

(Ruslan Sangadji)