PALU, KAIDAH.ID – Beberapa hari lalu, beredar luas postingan tentang bahaya chiki ngebul (chiki berasap) di group-group WhatsApp. Kaidah.id menerima postingan itu dari pesan yang diteruskan oleh Mohammad Tavip Abdul Karim, akademisi dari Universitas Tadulako.
Pesan berantai itu dipikir hoax, tapi ternyata benar adanya. Pesan itu awalnya diposting pada 26 Desember 2022 oleh Jamaal bin syafawi, warga Bekasi. Dalam postingannya dia meminta agar orang tua tidak membelikan chiki berasap untuk anak-anaknya, karena mengandung nitrogen dan sangat berbahaya.
Menurut Jamaal bin Syafawi, anaknya yang berusia 4 tahun tanpa sepengetahuan mereka, memakan chiki berasap yang diberikan temannya. Tiba-tiba, anaknya itu berteriak kencang dan tiba-tiba saja perutnya membesar dan keras seperti kayu.
“Kami panik dan langsung membawanya ke klinik terdekat. Namun pihak klinik menolaknya. Mereka menganggap itu bahaya dan meminta agar kami membawa ke rumah sakit besar,” kata Jamaal bin Syafawi.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit besar, anaknya ity terus mengerang kesakitan. Sampai di Rumah Sakit Haji Jakarta, langsung ditangani. Pihak rumah sakit memasukan selang ke hidung menuju lambung dan berhasil mengeluarkan semua cairan di dalam perut anaknya itu.
“Setelah menceritakan kejadiannya, pihak rumah sakit langsung melakukan rontgen dan hasilnya sangat menyedihkan. Lambung anak kami bocor sehingga harus menjalani operasi besar,” kata dia.
Setelah menjalani operasi, dokter di Rumah Sakit Haji menjelaskan, penyebab sakit anaknya itu karena makanan chiki yang mengandung nitrogen. Reaksi nitrogen di dalam lambung seperti alat las dan mampu membocorkan lambung tersebut.
KEMENKES SEBUT BISA BIKIN USUS BOCOR
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau, agar seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan rumah sakit se Indonesia, agar selalu waspada dan segera melaporkan bila ada temuan kasus keracunan Chiki berasap nitrogen, setelah sebanyak tujuh anak dilaporkan keracunan usai mengonsumsi jajanan Chiki berasap Nitrogen “Chiki ngebul” di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ketujuh anak tersebut mengeluhkan sejumlah gejala setelah mengonsumsi jajanan yang dicampur dengan nitrogen. Namun saat ini, dia memastikan, semua anak sudah dinyatakan sembuh.
“Ada tujuh anak yang mempunyai gejala mual, muntah dan begah perut dan semuanya mengalami kondisi itu setelah mengonsumsi chiki nitrogen,” kata Siti Nadia Tarmizi, Jumat, 6 Januari 2023.
Dari tujuh anak tersebut, satu di antaranya dirujuk ke rumah sakit dan menjalani tindakan operasi. Awalnya, gejala yang dialami anak tersebut adalah nyeri perut mendadak dan perut bertambah besar. “Jadi sepertinya ususnya bocor,” jelasnya.
Saat ini, kondisi anak tersebut sudah mulai membaik dan sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit.”Anaknya sudah sehat sekarang, sama seperti keenam anak lainnya,” ujarnya.
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Yuli Astuti Saripawan meminta agar pemerintah daerah atau dinas kesehatan dapat melaporkan temuan kasus keracunan pangan tersebut secara langsung melalui nomor 088215992763 atau melalui email pelayanankesehatan.rujukanlain@gmail.com.
Kemenkes RI juga mengeluarkan imbauan dan instruksi kewaspadaan disampaikan menyusul tinjauan kasus keracunan jajanan chiki berasap. Imbauan dan instruksi tersebut Nomor SR.01.07/111/5/67/2023 yang diteken Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Yuli Astuti Saripawan pada Selasa, 3 Januari 2023. (*)

Tinggalkan Balasan