Awalnya, hanya untuk menjaga para jurnalis dan keluarganya, yang terinfeksi virus Corona. Tetapi seiring perjalanan waktu, komunitas itu bekerja untuk masyarakat Palu dan sekitarnya yang terjangkit Covid-19.
Karena itulah, mereka memberi nama Roa Jaga Roa. Berasal dari gabungan Bahasa Kaili— asli etnis Lembah Palu — dan Bahasa Indonesia.
Roa berarti teman. Maka Roa Jaga Roa berarti teman jaga teman.
Warga yang mendapat perawatan di rumah, menjadi fokus kerja Roa Jaga Roa. Komunitas ini membantu obat-obatan, vitamin, makanan jadi hingga sembako.
Semua bantuan itu berasal dari warga Palu, yang bersimpati dengan kerja-kerja Roa Jaga Roa. Ada trust, sehingga bantuan dari mana-mana berdatangan.
Mulai dari pejabat daerah, hingga orang biasa, ikut membantu. Termasuk konsentrator oksigen, yang akhirnya diserahkan untuk puskesmas di Ngata Toro.
Relawan Roa Jaga Roa Muhammad Sharfin mengatakan, meski pandemi Covid-19 telah berakhir, namun komunitas Roa Jaga Roa tetap konsisten, memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan.
Antara lain, bantuan terhadap korban banjir dan menyalurkan konsentrator oksigen.
“Kami telah menyerahkan lima konstrator oksigen. Tiga di antaranya ke Pemda Sigi, satu unit ke Rutan kelas II A Palu dan satunya lagi kami serahkan ke Ngata Toro,” kata Sharfin.
Menurut rencana, komunitas ini akan mengembangkan diri, menjadi sebuah lembaga profesional, yang akan bekerja untuk kesehatan dan pendidikan.
Demi kemanusiaan, semoga usaha itu segera terwujud. (*)

Tinggalkan Balasan