DI PENGHUJUNG RAMADHAN tahun ini, kaidah.id memberikan tips mencari jodoh bagi yang belum menikah, melalui doa, seperti cara Abu Nawas.

Simak kisah Abu Nawas berdoa mencari jodoh berikut ini:

Sebelum menceritakan kisahnya, baiknya kita simak terlebih dahulu tentang siapa itu Abu Nawas.

Abu Nawas lahir pada 747 M, sebagai anak yatim di kota Ahvaz, Iran, ada darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab: ابو نواس), adalah seorang pujangga Arab.

Sepeninggal ayahnya, ibunya membawanya ke kota Basra, Irak. Di sana ia belajar beberapa ilmu agama seperti ilmu hadits, sastra Arab, dan ilmu Al Quran.

Abu Nawas adalah penyair terbesar sastra Arab klasik. Sejumlah ulama menggambarkannya sebagai sosok yang bijaksana sekaligus kocak.

DOA ABU NAWAS MINTA JODOH

Suatu ketika, Abu Nuwas melihat seorang gadis cantik, shalihah, pintar dan ahli ibadah.

Ia sangat menyukai gadis itu, dan mau menikahinya. Tetapi karena menjaga akhlaknya, ia mau tidak tembak langsung.

Sebaliknya, ia meminta kepada Allah, agar menjodohkannya dengan gadis itu. Maka berdoalah Abu Nawas:

“Ya Allah jika gadis itu baik bagiku, maka dekatkanlah. Tapi jika menurutMu ia tidak baik buatku, maka tolong ya Allah, sekali lagi tolong ya Allah, pertimbangkan lagi ya Allah.”

Ia terus berdoa seperti itu selama tiga bulan. Tapi Allah belum juga menjawab doanya.

Ia kemudian instrospeksi diri lagi dan bilang: “Mungkin aku kurang pasrah atas pilihan jodohku”.

Akhirnya Abu Nawas kembali lagi bermunjah. Tapi kali ini ia ganti strategi berdoa. Doanya tanpa embel-embel dan tanpa memaksa kepada Allah seperti doa sebelumnya.

Doanya lebih spesifik dengan menyebut nama gadis itu.

“Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku”.

Menunggu tiga bulan kemudian, tetap tak ada jawaban. Doanya belum terkabul. Karena takut menjadi bujang lapuk, ulama hebat itu terus mencari cara, agar doanya cepat terkabul.

Pujangga yang cerdas itu kemudian berdoa dengan ungkapan yang lebih diplomatis.

Dia akhirnya mengubah lagi doanya:

“Ya Allah, kali ini aku tidak minta lagi jodoh untuk diriku. Tapi aku hanya minta wanita itu sebagai menantu bagi ibuku. Ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai ya Allah. Maka berikanlah ibuku seorang menantu ya Allah”.

Akhirnya Allah mengijabah doa penyair itu. Allah akhirnya menakdirkannya menikahi gadis pujaan hatinya itu.

Nah, bagi Anda yang belum berjodoh, mumpung ini masih dalam suasana Ramadhan, bedoalah dengan cara seperti itu. Semoga Allah mengabulkannya. Wallahu a’lam bishawab. (*)