Pada maklumat yang lain, Allah pun berfirman:
“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”(QS. 6: Ayat 59)
Tentu saja segala dialektika, monolog, dan dialog pada pikiran kita berjalin kelindan. Sebagai Khalifah-Nya. Manusia, insan atau hamba adalah ciptaan-Nya yang paripurna dan sempurna. Berbekal akal, kalbu, dan jiwa pada diri ini, telah meliputi segala percikan sifat-sifat Tuhan.
Lauh Mahfuzh, sebagai kitab berisi rencana besar Tuhan, tentu saja telah terakreditasi sebagai suatu hukum-hukum kepastian yang benar, sebenar-benarnya dan tidak lain dari yang sebenarnya.
Adakah sesuatu hal ikhwal apapun yang luput dari Kekuasaan dan Pengetahuan-Nya? Ada baiknya, kita takwil maklumat Allah dalam firman-Nya dibawah ini:
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.” (QS. 2 : Ayat 255)

Tinggalkan Balasan