Soal Teroris Poso, Qatar Menghalangi Ali Kalora Menyerahkan Diri

  • Bagikan
Ilustrasi foto pengejaran teroris | Foto: cc search

PALU, KAIDAH.ID – Empat terduga teroris asal Poso, Sulawesi Tengah, yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), menyatakan hendak turun gunung dan menyerahkan diri kepada aparat.

Namun keinginan mereka itu dihalangi oleh rekan sesamanya yang bernama Qatar alias Anas alias Farel. yang diduga sebagai pimpinan MIT pasca tewasnya Santoso alias Abu Wardah.

“Sebenarnya empat orang itu sudah mau menyerahkan diri. Tapi mereka takut karena diancam oleh Qatar,” kata Komandan Korem 132/Tadulako, Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf.

Empat orang terduga teroris asal Poso yang dimaksud Komandan Korem itu, adalah  Ali Kalora, Suhardin alias Hasan Pranata, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Rukli. Ada yang dilaporkan mau menyerahkan diri karena tertembak, yaitu Ali Kalora, dan ada yang sakit, yaitu Ahmad Gazali dan Rukli.

Komandan Korem menginformasikan, terduga teroris MIT kini telah pecah menjadi dua kelompok, yakni kelompok Poso dan non Poso. Kelompok Poso yang mau menyerahkan diri, sedangkan kelompok non Poso yang masih tetap mau bergerilya di hutan.

Kelompok non Poso itu adalah anggota yang dipimpin Qatar berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan salah satu anggota Qatar yaitu Jaka alias Rama berasal dari Banten. Menurut Brigjen Farid Makruf,  terduga teroris Qatar ini dikenal sangat berbahaya.

“Saya menerima laporan, tanggal 22 Maret 2021 lalu, Ali Kalora cs ini sudah siap menyerahkan diri. Tapi dihalangi Qatar. Orang ini dilaporkan sangar,” kata Danrem.

Kelompok teroris MIT non Poso pimpinan Qatar alias Anas alias Farel ini, belakangan yang paling sering menebar teror di sejumlah tempat. Yang paling terbaru adalah kasus pembantaian empat warga Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Poso. Empat petani Kalimago, Paulus Papa, Lukas Lesse, Marten Solo dan Simson Susa tewas di tangan terduga teroris itu, Selasa 11 Mei 2021 lalu.

Salah seorang warga yang berhasil melarikan diri mengaku melihat salah saeorang pelaku pembantaian itu mirip Qatar. Saksi menyebutkan, ia mengetahui mirip Qatar setelah melihat foto DPO MIT yang disebarkan Satgas Madago Raya. (ochan)

  • Bagikan