Community Leader Reprodu Talk, Betarani Resistia, menjelaskan, jika ada penyakit pada alat reproduksi maka akan memengaruhi sistem reproduksi itu sendiri.

“Bahkan bisa menyebabkan komplikasi dan kematian,” kata Betarani.

Ketua Komunitas kesehatan reproduksi ini menambahkan, yang paling rentan mendapatkan gangguan reproduksi adalah perempuan, karena anatomi organ reproduksi perempuan lebih lebar daripada laki-laki.

“Ada vagina, vulva, dan lain, yang bisa dengan mudah masuk bakteri. Apalagi kalau sedang haid, karena lembap, bisa bikin iritasi dan infeksi jika tidak ditangani dengan benar,” tambahnya.  

Betarani lantas memberikan tips merawat  alat reproduksi bagi perempuan sebagai:

1. Menggant celana dalam sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari atau ketika sehabis beraktivitas.

2. Mengganti pembalut jika sudah penuh agar tidak terjadi iritasi.

3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah memyentuh alat kelamin.

4. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan, karena akan merusak pB dk area vagina.

5. Lakukan pemeriksaan secara berkala.

Sedangkan untuk laki-laki, berikut cara perawatan alat reproduksinya :

1. Hindari menggunakan celana ketat.

2. Sering mengganti celana dalam.

3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh alat kelamin.

4. Kurangi merokok, karena mengandung tar dan nikotin di dalam rokok akan mengganggu kualitas sperma. *