DI SAAT BANYAK ORANG memaknai cinta sebagai kebersamaan tanpa jarak, dosen Universitas Indonesia Dr. Mohammad Amin Abdullah, M.Sn., M.A., memilih sudut pandang yang berbeda. Melalui lagu “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”, ia mengingatkan bahwa hubungan yang sehat tidak selalu tentang menggenggam erat, tetapi juga tentang memberi ruang agar masing-masing tetap dapat bernapas dan tumbuh sebagai pribadi yang utuh.
Pesan itu menjadi benang merah dalam lagu yang akan dirilis pada 30 Juni 2026. Karya tersebut lahir dari kegelisahan Amin Abdullah melihat hubungan yang sering kali berubah menjadi ruang saling menguasai, bukan saling memahami.
Melalui lagu terbarunya itu, Amin mengajak pendengar memahami bahwa cinta yang sehat tidak selalu ditandai dengan kedekatan tanpa batas. Terkadang, hubungan yang kuat justru lahir dari kemampuan memberi ruang bagi satu sama lain untuk tetap bertumbuh tanpa kehilangan jati diri.
Lagu tersebut mengangkat tema tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan. Menurut Amin, yang juga kerap menjadi dosen tamu di Sunway University, Malaysia, cinta tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan jati dirinya.
Pesan itu langsung terasa sejak bagian pembuka lagu yang dikemas dalam bentuk spoken word.
“Cinta gak harus saling membelenggu, cinta tahu kapan harus berhenti sesaat, ngasih ruang, ngasih jarak, biar kita gak sesak, biar kita bisa bernapas. Biar dua-duanya bisa pulang dengan utuh.”
Melalui lirik-liriknya, Amin yang sekaligus Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif RI ini, menggambarkan hubungan yang dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling menguasai. Cinta digambarkan sebagai perjalanan dua insan yang berjalan berdampingan tanpa kehilangan kebebasan untuk mengenali dirinya masing-masing.
Lagu ini juga menjadi bagian dari perjalanan kreatif Amin Abdullah dalam jalur self-publishing. Meski kini disibukkan dengan berbagai aktivitas di dunia akademik, pemerintahan, dan industri kreatif, ia mengaku tidak pernah bisa meninggalkan musik yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
“Saya tidak bisa meninggalkan dunia musik, karena itu juga melegitimasi saya sebagai dosen sekaligus praktisi. Agar saya tidak hanya berada di menara gading,” kata Amin Abdullah yang juga dosen di Institu Kesenian Jakarta ini.
Pengalaman Doktor Amin Abdullah yang memadukan dunia pendidikan dan praktik kreatif, turut membentuk cara pandangnya dalam menciptakan karya-karya yang reflektif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menjelang peluncuran resminya, sejumlah potongan video pendek dari lagu “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita” mulai beredar di berbagai platform media sosial dan mendapat respons positif dari warganet.
Lewat lagu ini, Amin tidak sekadar menghadirkan karya tentang cinta. Ia menawarkan refleksi mengenai hubungan yang lebih dewasa; bahwa menjaga cinta tidak selalu dilakukan dengan menggenggam erat, melainkan dengan memberi ruang agar masing-masing dapat bertumbuh dan kembali satu sama lain dalam keadaan yang utuh.
Lirik Lagu “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita”
Ciptaan: Amin Abdullah
Spoken Word Intro
“Bro dan Sist, share ya…
Cinta gak harus saling membelenggu, cinta tahu kapan harus berhenti sesaat, ngasih ruang, ngasih jarak, biar kita gak sesak, biar kita bisa bernapas. Biar dua-duanya bisa pulang dengan utuh.”
Verse 1
Maaf, kasih
Ada yang harus kita benahi lagi
Berhentilah sejenak
Perjalanan sudah semakin melelahkan
Oooooh
Verse 2
Mohon kasih
Jangan paksa aku untuk melangkah lagi
Hanya di balik bayangmu
Sementara ingin juga ku melihat
Bayangku sendiri
Chorus
Di dalam bercinta
Biarkan ada ruang di antara kita
Untuk dapat ku tatap utuh dirimu
Begitupun juga engkau terhadapku
Biarkan ada ruang di antara kita
Yang tak perlu kau rasuk dengan egomu
Begitupun diriku
Agar kita jalani
Percintaan tanpa membelenggu kita
Bridge
Berjalan bergandengan di sisiku
Akan ada bayu yang mengantarkan
Kembang jatuh di antara kita berdua
Chorus
Biarkan ada ruang di antara kita
Yang tak perlu kau rasuk dengan egomu
Begitupun diriku
Agar kita jalani
Biarkan ada ruang di antara kita
Yang tak perlu kau rasuk dengan egomu
Begitupun diriku
Agar kita jalani percintaan tanpa membelenggu kita
KISAH DI BALIK LAGU
Lagu “Biarkan Ada Ruang di Antara Kita” sesungguhnya bukan karya baru yang baru dirilis saat ini. Lagu tersebut lahir pada dekade 1990-an ketika Amin Abdullah masih aktif dan produktif menulis lagu-lagu pop berbahasa Indonesia.
Karya itu diciptakan saat ia tinggal di Yogyakarta, tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Musik Program Studi Penciptaan Musik. Pada awalnya, lagu ini dirancang untuk dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan. Namun seiring perjalanan waktu, Amin memutuskan untuk menyanyikannya sendiri.
Bagi Amin Abdullah, perilisan lagu ini merupakan bentuk penyelesaian amanah berkarya sekaligus ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala atas talenta dan inspirasi yang diberikan kepadanya untuk dibagikan kepada masyarakat luas.
Secara musikal maupun lirik, lagu ini menggambarkan ketidakseimbangan dalam sebuah hubungan. Amin berimajinasi tentang hubungan yang didominasi oleh salah satu pihak, sementara pihak lainnya rela mengorbankan segalanya hingga kehilangan jati diri.
Dalam istilah yang populer di kalangan Generasi Z, kondisi tersebut sering disebut sebagai bucin atau budak cinta, bahkan dikenal pula dengan istilah love slave. Sebuah hubungan yang tidak sehat karena membuat seseorang kehilangan harga diri, menjauh dari keluarga dan teman, mengorbankan pekerjaan, waktu pribadi, privasi, bahkan kondisi keuangannya sendiri.
Melalui lagu ini, Amin Abdullah mengajak pendengar memahami bahwa cinta yang sehat bukanlah tentang saling memiliki secara berlebihan, melainkan tentang memberi ruang, menghormati batas, dan menjaga keutuhan diri masing-masing.
Karena terkadang, cinta yang paling tulus justru hadir ketika dua orang mampu berjalan berdampingan tanpa saling membelenggu.
Kredit Produksi
Composed & Written by: Amin Abdullah
Arranger: Goldy Nathanael
Executive Producer: Amin Abdullah
Producer: Goldy Nathanael
Mixed & Mastered by: Goldy Nathanael
Artwork: Acing Aje
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses produksi dan perilisan karya ini: Jeffy Nuon, Tetra Tiafani, Arya, Aggregator Langitku, dan Ochan Sangadji.
“Semoga karya ini dapat menjadi ruang refleksi tentang cinta yang lebih dewasa, lebih sehat, dan lebih memanusiakan,” tutup Dr. Mohammad Amin Abdullah, M.Sn., M.A. (*)
(Ruslan Sangadji/Advertorial)

Tinggalkan Balasan