Rektor Lukman S. Thahir menyatakan pentingnya konferensi, sebagai sarana memperluas jejaring akademik dan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas

PALU, KAIDAH.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar The 5th International Conference on Islamic and Interdisciplinary Studies (ICIIS) 2026 pada 15–16 Oktober 2026.

Konferensi ini menghadirkan akademisi dari Australia, Malaysia, dan Indonesia, untuk membahas kontribusi keilmuan Islam terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman S. Thahir, M.Ag., membuka secara resmi konferensi yang diselenggarakan Pascasarjana UIN Datokarama tersebut di Aula Promosi Pascasarjana UIN Datokarama Palu, Kamis, 15 Oktober 2026.

Direktur Pascasarjana UIN Datokarama, Prof. Nurdin, M.Com., Ph.D., bertindak sebagai Conference Director. Kegiatan ini juga dihadiri unsur pimpinan universitas dan sivitas akademika.

Hadirkan Tiga Pembicara Utama

ICIIS ke-5 menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers) dari perguruan tinggi internasional dan nasional.

Mereka adalah Restu Khaliq, S.E., M.M., Ph.D., dari The University of Western Australia; Miftachul Huda, M.Ed., Ph.D., dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia; serta Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil., dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia.

Miftachul Huda memiliki keahlian di bidang pendidikan Islam dan inovasi keilmuan, sedangkan Abdul Wahid merupakan akademisi di bidang sejarah.

Kehadiran ketiga akademisi tersebut, menjadi bagian dari upaya mempertemukan beragam perspektif keilmuan dalam membahas peran pendidikan tinggi Islam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

Selain sesi pembicara utama, konferensi ini menyediakan ruang presentasi karya ilmiah dan pertukaran gagasan mengenai studi agama, pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial humaniora, hukum, dan filsafat.

Bahas Islam dan Pembangunan Berkelanjutan

ICIIS 2026 mengangkat tema “Achieving Sustainable Development Goals (SDGs) in Islamic Universities: Bringing Sustainable Education, Economic, Technology, Social Humanities, Law and Philosophy for Better Life”.

Tema tersebut menyoroti peran perguruan tinggi Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Pembahasan mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial humaniora, hukum, hingga filsafat. Konferensi ini juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui pendekatan interdisipliner, kajian keislaman dipertemukan dengan perkembangan teknologi dan persoalan sosial. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi Islam berkontribusi lebih luas dalam menjawab tantangan pembangunan global.

Lanjutkan Penguatan Jejaring Akademik

Sebagai penyelenggara, Pascasarjana UIN Datokarama menempatkan ICIIS sebagai forum untuk mengembangkan tradisi penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas kerja sama akademik lintas disiplin dan negara.

Konferensi 2026 ini melanjutkan penyelenggaraan ICIIS ke-4 pada 2025, yang mengangkat persoalan pemberdayaan masyarakat Muslim melalui pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, perhatian diarahkan pada keterkaitan antara perguruan tinggi Islam dan agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk bagaimana pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Rektor Lukman S. Thahir menyatakan pentingnya konferensi, sebagai sarana memperluas jejaring akademik dan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.

“Melalui konferensi ini, kita berharap dapat membangun jaringan yang lebih luas dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas,” kata Prof Lukman. (*)

(Ruslan Sangadji)