Gaya memimpin turut memengaruhi, tren yang terbangun sekarang adalah pemimpin yang dekat atau melebur bersama masyarakat, tidak elitis, dan ekspresif menunjukkan kasih sayang kepada rakyat
JAKARTA, KAIDAH.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menjadi satu-satunya kepala daerah asal Pulau Sulawesi yang namanya masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2029 berdasarkan hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).
Dalam survei yang digelar pada 12–20 Oktober 2026, Anwar Hafid memperoleh tingkat dukungan top of mind sebesar 0,2 persen dalam simulasi pertanyaan terbuka. Hasil ini menunjukkan namanya mulai muncul dalam persepsi publik terkait figur yang berpotensi maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Sejumlah tokoh nasional lainnya mencatatkan tingkat dukungan lebih tinggi. Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan 33,7 persen, disusul Prabowo Subianto sebesar 14,5 persen dan Anies Baswedan 11,3 persen.
Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 4,3 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen, Mahfud MD 2,9 persen, dan Pramono Anung 2,5 persen.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai kemunculan nama Anwar Hafid mencerminkan adanya persepsi positif masyarakat terhadap kepemimpinan daerah yang dinilai berprestasi dan dekat dengan rakyat.
“Ada pesan prestatif yang dianggap publik positif. Nama Anwar Hafid diharapkan publik masuk di kontestasi Pilpres. Tokoh populer di kalangan kepala daerah cukup banyak, tetapi tidak semua masuk dalam harapan publik,” kata Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut Dedi, penilaian positif terhadap Anwar Hafid tidak terlepas dari rekam jejaknya dalam memimpin Sulawesi Tengah, provinsi yang memiliki posisi strategis dalam sektor industri, investasi, dan hilirisasi sumber daya alam.
Di tengah perkembangan sektor-sektor tersebut, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal juga menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam menilai kepemimpinan Anwar Hafid.
Selain kinerja pembangunan daerah, Dedi menyoroti perubahan kecenderungan sosiologis pemilih yang semakin menginginkan sosok pemimpin inklusif, responsif, dan mampu menyerap aspirasi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Gaya memimpin turut memengaruhi, tren yang terbangun sekarang adalah pemimpin yang dekat atau melebur bersama masyarakat, tidak elitis, dan ekspresif menunjukkan kasih sayang kepada rakyat,” ujarnya.
Hasil Survei IPO: Simulasi Pertanyaan Terbuka (Top of Mind)
Dalam simulasi pertanyaan terbuka, responden menyebutkan nama tokoh yang dinilai layak menjadi calon presiden tanpa diberikan daftar pilihan terlebih dahulu. Berikut hasilnya:
- Dedi Mulyadi: 33,7 persen
- Prabowo Subianto: 14,5 persen
- Anies Baswedan: 11,3 persen
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 4,3 persen
- Ganjar Pranowo: 4,1 persen
- Gibran Rakabuming Raka: 3,7 persen
- Mahfud MD: 2,9 persen
- Pramono Anung: 2,5 persen
- Anwar Hafid: 0,2 persen
Sedangkan dalam simulasi tertutup melibatkan 18 nama tokoh, hasil survei mencatat perolehan dukungan sebagai berikut:
- Dedi Mulyadi: 32,0 persen
- Prabowo Subianto: 18,4 persen
- Anies Baswedan: 12,6 persen
- Ganjar Pranowo: 4,5 persen
- Gibran Rakabuming Raka: 3,1 persen
Tidak tahu/tidak menjawab (undecided voters): 20,1 persen
Hasil survei tersebut menempatkan Anwar Hafid sebagai salah satu nama yang muncul dalam penjaringan aspirasi publik terkait Pilpres 2029. Meski tingkat dukungannya masih 0,2 persen dalam simulasi terbuka, kemunculan namanya menjadi catatan tersendiri bagi figur kepala daerah dari kawasan Indonesia timur. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan