PALU, KAIDAH.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu memperkenalkan Mars Poros Intim, dalam rangka menyambut Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (Poros Intim) IV Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Palu pada Juli mendatang.

Pengenalan mars tersebut dilakukan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Poros Intim yang dihadiri para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, pada 13–15 April 2026.

Dalam keterangan resmi Humas UIN Datokrama, Rabu, 15 April 2026, disebutkab bahwa mars ini diciptakan oleh dosen UIN Datokarama, Jafar Sidik Makulau. Kehadiran mars ini diharapkan menjadi identitas sekaligus penguat semangat kebersamaan dalam pelaksanaan Poros Intim ke depan.

Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-KTI, Dr. Sitti Fauziah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Datokarama dalam menggagas mars tersebut. Ia menilai, sejak pertama kali dilaksanakan pada 2018, Poros Intim belum memiliki mars resmi.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Mars ini menjadi simbol persatuan dan visi besar untuk memajukan pendidikan Islam, serta mengembangkan kompetensi generasi muda di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, mars ini tidak hanya akan digunakan pada Poros Intim IV Tahun 2026 di Palu, tetapi juga akan menjadi lagu resmi dalam pelaksanaan Poros Intim pada tahun-tahun mendatang di seluruh PTKIN.

Lebih lanjut, Sitti Fauziah mengungkapkan, pelaksanaan Poros Intim IV di Palu akan tampil berbeda dengan adanya peluncuran resmi mars tersebut.

“Kita akan launching mars ini pada pembukaan Poros Intim IV Tahun 2026 di UIN Datokarama,” katanya.

Poros Intim IV dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dan akan diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan bakat, riset, serta seni mahasiswa dalam memperkuat kolaborasi dan integrasi antar kampus di wilayah timur Indonesia. (*)

(Ruslan Sangadji / Advertorial)