Berdasarkan prosedur organisasi PSSI, setiap kebijakan yang akan dilaksanakan pengurus provinsi harus mendapatkan persetujuan pengurus pusat, termasuk persyaratan calon ketua umum, besaran biaya pendaftaran, dan jadwal pelaksanaan kongres
PALU, KAIDAH.ID – Biaya pendaftaran calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan (Sulsel) ditetapkan sebesar Rp250 juta. Sementara itu, Asprov PSSI Sulawesi Tengah (Sulteng) mengusulkan biaya pendaftaran sebesar Rp1 miliar, yang hingga kini masih menunggu persetujuan PSSI pusat.
Biaya pendaftaran calon Ketua Asprov PSSI Sulsel sebesar Rp250 juta terdiri atas Rp100 juta saat pengambilan formulir dan Rp150 juta ketika pengembalian formulir. Biaya tersebut diberlakukan untuk menguji keseriusan kandidat yang ingin memimpin organisasi sepak bola di Sulsel.
Munafri Arifuddin atau Appi resmi terpilih sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026-2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan yang digelar di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kongres Luar Biasa tersebut juga menetapkan Mulia Prianto sebagai anggota formatur pendamping, untuk membantu menyusun struktur kepengurusan. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, Wakil Ketua Umum PSSI Zainuddin Amali, Plt Ketua PSSI Sulsel Mayjen Rudi Yulianto, serta para pemilik suara PSSI Sulsel.
Usai terpilih, Appi menegaskan, pengembangan sepak bola Sulsel membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, klub, hingga pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot).
“Upaya memajukan olahraga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan serta membutuhkan dukungan dari semua pihak, fasilitas yang memadai, kolaborasi antar-Askab/Askot, dan dukungan penuh dari Pemerintah,” ujar Appi kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Wali Kota Makassar itu mengatakan, Sulsel akan memiliki dua stadion baru, masing-masing dibangun menggunakan APBN di Sudiang dan oleh Pemerintah Kota Makassar di Untia. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut perlu diiringi pembinaan yang terarah untuk melahirkan pemain berkualitas.
Selain infrastruktur, Appi menyoroti keterbatasan jumlah wasit dan pelatih asal Sulsel yang memiliki lisensi internasional. Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih, profesionalisme wasit, serta penyelenggaraan kompetisi berjenjang menjadi bagian dari program kepengurusan baru.
Appi juga menargetkan sepak bola Sulsel kembali meraih prestasi di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Untuk mewujudkannya, ia meminta dukungan pengurus pusat PSSI dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola di daerah.
Sulteng Usulkan Biaya Pendaftaran Rp1 Miliar
Di Sulawesi Tengah, usulan biaya pendaftaran calon Ketua Asprov PSSI sebesar Rp1 miliar masih dalam tahap konsultasi dengan PSSI pusat. Plt Sekretaris Asprov PSSI Sulteng, Samsurijal Labatjo, mengatakan pihaknya telah mengajukan tiga hal kepada pengurus pusat, yakni jadwal pelaksanaan kongres, persyaratan calon ketua umum, serta ketentuan pencalonan.
“Kemarin kami mengusulkan tiga hal ke pusat. Yang pertama tanggal pelaksanaan kongres, kedua syarat calon ketua. Syarat calon ketua memang kami usulkan Rp1 miliar, tapi belum ditetapkan. Itu baru sebatas usulan,” ujar Samsurijal, Rabu, 28 Oktober 2026 dikutip dai Filesulawesi.com.
Menurut Samsurijal, usulan biaya pendaftaran Rp1 miliar bertujuan memastikan calon ketua umum memiliki komitmen dan kesediaan berkorban demi kemajuan sepak bola di Sulawesi Tengah.
“Alasan kami mengusulkan Rp1 miliar itu adalah agar orang yang benar-benar terpilih dan maju sebagai calon ketua PSSI benar-benar mau berkorban untuk PSSI. Itu yang pertama,” jelasnya.
Ia menegaskan, dana tersebut tidak direncanakan untuk digunakan oleh panitia kongres maupun pengurus Asprov PSSI Sulteng. Apabila disetujui PSSI pusat, dana itu akan diarahkan untuk membantu pembinaan sepak bola di tingkat kabupaten, kota, hingga klub.
“Kedua, dana Rp1 miliar ini tidak akan digunakan oleh siapa pun. Tidak digunakan oleh panitia, tidak digunakan oleh pengurus. Dana ini sesuai kesepakatan kami, apabila disetujui oleh PSSI pusat, maka dana ini akan kami gelontorkan untuk membantu Askab-Askab, Askot, serta klub-klub yang saat ini banyak mati suri,” ungkapnya.
Samsurijal menjelaskan, jadwal kongres telah disepakati pada 8–9 November 2026. Meski demikian, secara administratif pengurus Asprov PSSI Sulteng tetap harus mengajukan permohonan persetujuan kepada PSSI pusat.
Berdasarkan prosedur organisasi PSSI, setiap kebijakan yang akan dilaksanakan pengurus provinsi harus mendapatkan persetujuan pengurus pusat, termasuk persyaratan calon ketua umum, besaran biaya pendaftaran, dan jadwal pelaksanaan kongres. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan