PALU, KAIDAH.ID – UIN Datokarama, memperkenalkan potensi destinasi wisata yang dimiliki Kota Palu kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama, Dr. Faisal Attamimi, menyampaikan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab, sekaligus kontribusi nyata kampus dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Pengenalan destinasi wisata ini merupakan bagian dari upaya kami membantu pemerintah daerah, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Palu,” katanya, Rabu, 15 April 2026.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut sejalan dengan arahan Rektor UIN Datokarama, Prof. Lukman Thahir, yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, serta mendukung program Kementerian Agama.

Dalam kegiatan tersebut, para Wakil Rektor dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dari STAIN, IAIN, dan UIN yang tergabung dalam Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia Timur, diajak mengunjungi salah satu destinasi unggulan, yakni Puncak Bukit Paralayang Salena.

Dari lokasi tersebut, para peserta menikmati panorama khas Kota Palu yang dikenal sebagai kota empat dimensi, meliputi perpaduan lembah, sungai, teluk, dan pegunungan.

Menurut Faisal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari momentum Forum Group Discussion (FGD) Poros Intim. Para pimpinan PTKIN tidak hanya membahas persiapan kegiatan, tetapi juga merasakan langsung potensi wisata daerah.

Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia Timur, Sitti Fauziah, mengaku terkesan dengan keindahan panorama yang disuguhkan.

“Saya takjub dengan keindahan wisata ini. Ini menjadi kenangan indah menikmati sore di Puncak Paralayang Salena,” ungkapnya.

Senada dengan itu, perwakilan dari IAIN Parepare menilai, Kota Palu memiliki banyak spot wisata menarik yang layak dikunjungi.

Ia menyebut, potensi tersebut menjadi nilai tambah bagi UIN Datokarama sebagai tuan rumah kegiatan Poros Intim IV, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

“Mahasiswa dari PTKIN se-KTI nantinya tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga dapat menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di Kota Palu,” katanya seperti rilis resmi Humas UIN Datokarama Palu.

Selain mengunjungi Puncak Paralayang Salena, UIN Datokarama juga memperkenalkan Masjid Raya Baitul Khairaat kepada para peserta. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah di masjid tersebut.

(Ruslan Sangadji / Advertorial)