Meski digelar di enam negara, format kompetisi tidak mengalami perubahan dibandingkan edisi 2026. Sebanyak 48 tim akan bersaing memperebutkan gelar juara dalam total 104 pertandingan.
JAKARTA, KAIDAH.ID – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menetapkan tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034. Edisi 2030 akan menjadi yang paling unik dalam sejarah, karena digelar di enam negara yang tersebar di tiga benua. Perhelatan itu sebagai peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Berdasarkan keterangan resmi FIFA, Maroko, Portugal, dan Spanyol ditunjuk sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2030. Sementara itu, Argentina, Paraguay, dan Uruguay, akan menjadi lokasi tiga pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan satu abad turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Maroko, Portugal dan Spanyol akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030. Tiga pertandingan untuk perayaan seratus tahun kompetisi, akan berlangsung di Amerika Selatan,” demikian keterangan FIFA melalui laman resminya yang dikutip Kaidah.ID, Rabu, 1 Julo 2026.
Meski digelar di enam negara, format kompetisi tidak mengalami perubahan dibandingkan edisi 2026. Sebanyak 48 tim akan bersaing memperebutkan gelar juara dalam total 104 pertandingan.
Uruguay mendapat kehormatan menjadi salah satu tuan rumah perayaan, karena merupakan penyelenggara sekaligus juara pada Piala Dunia pertama yang berlangsung pada 1930. Argentina dan Paraguay juga, akan menggelar masing-masing satu pertandingan sebagai bagian dari peringatan 100 tahun turnamen tersebut.
Selain mengumumkan tuan rumah Piala Dunia 2030, FIFA juga telah menetapkan Arab Saudi sebagai penyelenggara Piala Dunia 2034.
“Arab Saudi akan menggelar Piala Dunia FIFA 2034,” tulis FIFA.
Dengan penetapan tersebut, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia 2034, melanjutkan tren penyelenggaraan turnamen di kawasan Timur Tengah, setelah Qatar menjadi tuan rumah pada edisi 2022.
PELUANG INDONESIA TERTUTUP?
Penetapan Arab Saudi itu, sekaligus mengakhiri upaya Indonesia yang sebelumnya sempat menjajaki peluang menjadi tuan rumah bersama Australia pada edisi 2034.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan Indonesia memang belum berhasil dalam proses bidding tersebut. Namun, ia menilai peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia pada masa mendatang masih terbuka.
“Ya kita sempat waktu itu bidding bersama Australia untuk 2034, tetapi tentu kalah dengan Saudi,” kata Erick, 24 Juni 2026.
Menurut Erick, perubahan format penyelenggaraan Piala Dunia yang kini melibatkan lebih dari satu negara, membuat peluang Indonesia menjadi tuan rumah semakin realistis. Ia menyebut Piala Dunia 2042 sebagai target yang layak diperjuangkan.
“Yang berikutnya kan 2038. Saya tidak tahu apakah kesempatan Asia ada pada saat itu karena habis Saudi. Akses berikutnya empat tahun lagi, 2042,” ujarnya.
Erick menjelaskan, rotasi penyelenggaraan antar-konfederasi, menjadi salah satu pertimbangan utama FIFA dalam menentukan tuan rumah.
“Kita mesti lihat setelah Saudi itu bagaimana. Sebelumnya Eropa, lalu Saudi. Mungkin Afrika? Kalau bukan Afrika, bisa saja Amerika Latin atau Asia. Jadi 2042 mungkin lebih fleksibel,” katanya.
Ia menambahkan, dengan format baru yang diikuti 48 negara, penyelenggaraan Piala Dunia akan semakin membutuhkan kolaborasi beberapa negara. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk ikut bersaing dalam proses pencalonan tuan rumah pada masa mendatang. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan