Dalam pencalonannya, Alvin menjanjikan pendekatan baru, untuk menangani berbagai persoalan yang dihadapi warga Mississauga. Ia menempatkan keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat sebagai dua fokus utama pemerintahannya

MISSISSAUGA, KAIDAH.ID – Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia dan China, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada, setelah mengungguli dua tokoh politik senior, yakni wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie, dalam pemilihan yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilaporkan pada malam pemilihan, Alvin memperoleh 74.479 suara atau 39,2 persen. Sementara itu, Parrish meraih 51.853 suara atau 27,3 persen, sedangkan Crombie memperoleh 43.191 suara atau 22,7 persen.

Kandidat lainnya, Dipika Damerla, berada di posisi berikutnya dengan 11.185 suara atau sekitar 6,1 persen.

Hasil tersebut menempatkan Alvin di atas dua pesaing yang memiliki pengalaman panjang dalam politik Kanada. Kemenangan itu juga menjadi babak baru dalam perjalanan politik pria yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Kota Mississauga selama satu periode.

Ungguli Dua Tokoh Politik Senior

Kemenangan Alvin menjadi sorotan lantaran ia menghadapi dua kandidat dengan rekam jejak politik yang panjang. Parrish merupakan wali kota petahana, yang sebelumnya berkiprah sebagai anggota parlemen Kanada dan anggota dewan kota. Sedangkan Crombie pernah memimpin Mississauga selama hampir satu dekade sebelum terjun ke persaingan kepemimpinan Partai Liberal Ontario.

Di tengah persaingan tersebut, Alvin maju dengan pengalaman sebagai anggota dewan kota sejak terpilih pada 2022. Ia sebelumnya juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Provinsi Ontario pada 2018, dan mengikuti kontestasi kepemimpinan Partai Liberal Ontario pada 2019.

Dalam pemilihan wali kota Mississauga pada 2024, Alvin juga pernah mencalonkan diri, tetapi kalah dari Parrish dan menempati posisi kedua.

Kekalahan tersebut tidak menghentikan langkah politiknya. Pada pemilihan 2026, Alvin kembali maju sebagai calon wali kota, kali ini dengan menghadapi Parrish yang menjabat sebagai wali kota serta Crombie yang kembali meramaikan persaingan.

Dalam pidato kemenangannya, Alvin menyampaikan pesan bahwa warga Mississauga telah menentukan pilihan untuk membawa perubahan.

“My friends, Mississauga has voted for change,” kata Alvin. (“Teman-temanku, Mississauga telah memilih perubahan,”)

Crombie turut menyampaikan pengakuan atas munculnya generasi baru dalam kepemimpinan kota tersebut.

“Tonight, a new generation takes the reins,” ujarnya, (“Malam ini, generasi baru mengambil alih kepemimpinan.”)

Berasal dari Keluarga Imigran Indonesia

Alvin memiliki latar belakang keluarga imigran yang datang ke Kanada sekitar dekade 1970-an. Keluarganya menetap di Mississauga ketika ia berusia empat tahun.

Dalam keterangan di situs resminya, Alvin menceritakan, orang tuanya pindah dari negara asal demi mencari kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi keluarga mereka.

“Kisah hidup saya di Mississauga dimulai ketika saya berusia empat tahun. Orang tua saya berimigrasi ke sini dari belahan dunia lain demi mencari kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kami,” kata Alvin.

Ia kemudian membangun kehidupan di kota tersebut bersama istrinya, Rebecca, dan seorang anak mereka.

“Saya dan istri saya, Rebecca, memilih untuk melakukan hal yang sama dengan menetap dan membangun keluarga kami di Mississauga,” ujarnya.

Keterikatan Alvin dengan Mississauga juga telah terbentuk sejak masa sekolah. Menurut laporan The Toronto Star, saat duduk di bangku SMA, ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi siswa (OSIS), dan menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.

Pada pertengahan 1990-an, Alvin Tedjo bertemu dengan Hazel McCallion, Wali Kota Mississauga saat itu, setelah memperoleh penghargaan Young Citizen of the Year atau Warga Muda Terbaik Tahun Ini. Pertemuan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mendorong ketertarikannya pada dunia politik.

Rekam Jejak di Dewan Kota

Sebelum terpilih menjadi wali kota, Alvin Tedjo merupakan anggota Dewan Kota Mississauga yang mewakili wilayah Clarkson dan Lorne Park.

Selama menjabat, ia menyebut sejumlah program dan kebijakan yang didukungnya, mulai dari penyediaan transportasi umum gratis bagi anak-anak hingga upaya mempermudah pembangunan hunian.

Ia juga mengangkat isu perluasan ruang terbuka hijau, taman anjing, serta jalur pejalan kaki. Selain itu, Alvin menyatakan mendukung perluasan pilihan tempat penampungan bagi tunawisma dan bantuan untuk bank pangan.

Dalam bidang kehidupan komunitas, ia turut mendukung legalisasi permainan hoki jalanan atau street hockey. Ia juga mengaku telah dua kali memberikan suara untuk menurunkan pajak.

Berbagai isu tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ketika mencalonkan diri sebagai wali kota.

Fokus pada Biaya Hidup dan Keamanan

Dalam pencalonannya, Alvin menjanjikan pendekatan baru, untuk menangani berbagai persoalan yang dihadapi warga Mississauga. Ia menempatkan keterjangkauan biaya hidup dan keamanan masyarakat sebagai dua fokus utama pemerintahannya.

Melalui situs resminya, Alvin menyatakan ingin memastikan Mississauga menjadi tempat tinggal yang semakin baik bagi seluruh warganya, seiring pertumbuhan kota dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Terpilihnya Alvin Tedjo, menandai kelanjutan perjalanan politik seorang putra keluarga imigran yang tumbuh di Mississauga, dan menapaki karier dari tingkat komunitas hingga kepemimpinan kota.

Setelah melewati persaingan dengan dua tokoh politik senior, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana Alvin Tedjo akan menerjemahkan janji kampanyenya menjadi kebijakan dan program nyata bagi warga Mississauga. (*)

(Ruslan Sangadji)