MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESMO), telah memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 262 MWp (Megawatt-peak) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), dengan nilai investasi sekitar US$210 juta atau sekitar Rp3,36 triliun (kurs Rp16 ribu).
Proyek ini didukung oleh sindikasi pembiayaan yang dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bookrunner, yang menyusun struktur pembiayaan dan mengkoordinasikan lembaga keuangan yang terlibat.
Fasilitas tenaga surya ini, akan dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) berkapasitas 80 MWh, untuk memastikan pasokan listrik bersih yang andal bagi industri-industri berintensitas energi tinggi di dalam kawasan IMIP.
Direktur Utama SESMO, Rico Syah Alam, menjelaskan, dimulainya pembangunan ini mencerminkan kesiapan proyek baik dari sisi teknis maupun finansial.
“Dukungan dari sektor keuangan sangat penting, untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan berkontribusi pada dekarbonisasi industri di Indonesia,” katanya dalam pernyataan yang dikutip pada Selasa, 07 April 2026.
SESMO merupakan perusahaan patungan antara PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) dan PT Sembcorp Energy Indonesia, yang menggabungkan kemampuan pengembangan energi terbarukan lokal, dengan keahlian regional dalam solusi energi industri.
Pembangunan dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026, dengan target mulai beroperasi secara komersial pada awal 2027. Listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan listrik berizin milik IMIP, seiring kawasan industri tersebut berupaya mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan