TERNATE, KAIDAH.ID – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara, Adnan Mahmud, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan kedamaian di tengah situasi yang terjadi di Halmahera Tengah.
Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Jumat Agung, yang menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
“Momentum ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan,” kata Adnan Mahmud yang juga Rektor IAIN Ternate ini kepada kaidah.ID, Jumat, 03 April 2026.
Ia menjelaskan, Halmahera Tengah dikenal dengan konsep “lima negeri” yang meliputi wilayah Weda, Patani, Gebe, Maba, dan Buli. Masyarakat di kawasan tersebut memiliki falsafah hidup Fagogoru yang telah lama dijunjung tinggi.
“Falsafah dan nilai Fagogoru menempatkan persaudaraan di atas segala perbedaan, sehingga menjadi perekat sosial dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Karena itu, mari kita menghidupkan kembali falsafah tersebut,” tegas Ketua FKUB Malut.
Adnan Mahmud juga mengajak masyarakat, khususnya di wilayah lima negeri dan secara umum di Maluku Utara, untuk terus menjaga kerukunan demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama.
“Tanpa kerukunan, persaudaraan, dan kedamaian, cita-cita bersama tidak akan mungkin terwujud,” tambahnya.
Situasi di Halmahera Tengah tengah menjadi perhatian setelah ditemukannya seorang warga dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kecamatan Patani Barat.
Korban diketahui bernama Ali Daud (63 tahun), warga Desa Banemo Jaya. Ia ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya di kawasan hutan Desa Bobane Jaya pada Kamis, 02 April. 2026 malam, setelah sebelumnya dilaporkan tidak kembali dari kebun sejak pagi hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya pergi ke kebun sekitar pukul 08.00 WIT. Namun hingga sore hari tak kunjung kembali, sehingga pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian.
Dalam proses pencarian, warga menemukan sejumlah barang milik korban seperti parang, tas ransel, dan hasil kebun yang berserakan di sekitar jalan setapak. Korban kemudian ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi tersebut dalam kondisi tengkurap dan telah meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah duka dan dibawa ke Puskesmas Patani Barat untuk keperluan visum.
Sejumlah barang bukti seperti sepatu, topi, tas, dan botol air turut diamankan dari lokasi kejadian. Aparat TNI dan Polri juga telah melakukan langkah-langkah pengamanan serta penyelidikan lebih lanjut.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan adanya dugaan keterkaitan dengan sengketa lahan maupun kecurigaan terhadap pihak tertentu. Namun, aparat mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Adnan Mahmud mengingatkan, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
“Setiap informasi harus dipastikan kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hal yang justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau, agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto maupun video terkait kejadian tersebut.
“Kami mohon agar tidak disebarkan. Cukup berhenti di tangan kita, agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tandas Ketua FKUB Malut, Adnan Mahmud. (*)
(Ruslan Sangadji)


Tinggalkan Balasan