DONGGALA, KAIDAH.ID – Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah, melatih Kelompok Perempuan Maju Jaya di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, untuk pengelolaan ternak babi guna meningkatkan keterampilan dan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Pelatihan dan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kelompok perempuan, agar mampu mengelola usaha peternakan secara lebih baik dan berkelanjutan.
Perwakilan ROA, Rizal, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman anggota kelompok terkait tata kelola peternakan yang sesuai standar.
“Walaupun sudah memiliki pengalaman, mereka tetap perlu penguatan pengetahuan, agar mampu menghasilkan ternak berkualitas,” ujarnya.
Program ini juga, merupakan tindak lanjut dari bantuan bibit ternak, yang sebelumnya disalurkan oleh PT Mamuang kepada Kelompok Tani Maju Jaya pada Maret 2026. Bantuan tersebut diterima oleh Nengah Wantri dan disaksikan oleh pemerintah desa serta pihak perusahaan.
Dalam pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari teknik penggemukan, manajemen pakan, pemeliharaan, hingga pengendalian penyakit. Materi disampaikan oleh tenaga ahli dari dinas terkait, Zainal Effendi dan Irfan Rengga.
Zainal Effendi menjelaskan, usaha ternak babi memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan, dengan permintaan pasar yang tinggi serta siklus panen yang relatif singkat, sekitar 5 hingga 7 bulan.
“Dalam satu kali kelahiran, babi bisa menghasilkan 8 hingga 12 anak, sehingga sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Irfan Rengga menjelaskan tenyang pentingnya pengelolaan pakan dan kesehatan ternak. Ia mengatakan, bahan pakan dapat berasal dari sumber lokal seperti dedak, daun ubi, jagung olahan, dan konsentrat, selama kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Ia juga mengingatkan adanya ancaman penyakit seperti African Swine Fever, yang dapat menyebabkan kematian massal ternak. Karena itu, kebersihan kandang, vaksinasi, serta pencegahan kontak dengan hewan sakit harus menjadi perhatian utama.
“Ciri ternak sehat antara lain aktif, nafsu makan baik, dan tidak diare. Pemberian pakan juga harus teratur agar ternak tidak stres,” tambahnya.
Pelatihan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Rio Mukti, Ketua BPD Tangkas, serta pihak manajemen PT Mamuang. (*)
(Moch. Subarkah)

Tinggalkan Balasan