Oleh: Teuku Chairul Wisal

Apakah anak emas Piala Dunia ini bakal ngulang aksinya kayak 2022?
Atau bakal lahir anak kesayangan baru: Jude, Merino, atau Mbappe?

EMPAT SEMI FINALIS ini masing-masing sudah pernah jadi Raja Dunia. Inggris 1966 Eranya Bobby Charlton. Spanyol 2010 gol nya Iniesta di menit 116, Prancis 1998 ada Zidane, 2018 ada Mbappe, Argentina1978 Kempes 1986 Maradona. 2022 Messi.

Lalu… 2026… siapa?

Namanya: Julian Alvarez

Alvarez bukan Messi.
Malah dalam banyak menit, dia tampil sebagai “pelayan” Messi. Dan Messi selalu jadi senior, jadi pemicu semangatnya.

Alvarez masih muda, tapi dia anak kesayangan Piala Dunia.
90 menit belum cukup buat nguras tenaganya. Bandel, kuat, lincah, dan buas di depan gawang.

Kalau ada yang bilang Argentina dan Messi anak kesayangan Infantino… biarin. Itu urusan haters.

Alvarez itu “pencuri”. Selalu lapar di 1/3 akhir lapangan lawan.
Siapa lengah, siap-siap dipungut bolanya.

Tahun 2022, Kroasia ngerasain pahitnya di Semifinal. 2 Gol Alvarez. Karena semua mata cuma liat Messi sebagai ancaman.

Swiss juga ngerasain. Tendangan melengkungnya masuk persis ke pojok. Padahal yang ditunggu buat diblok itu Messi dan kaki kiri kanannya.
Messi dilepas? Bahaya. Ditempel ketat? Rekan satu timnya yang ngebunuh. Namanya Alvarez.

Syukurlah… kita masih bisa liat Argentina di Semifinal.
Apakah anak emas Piala Dunia ini bakal ngulang aksinya kayak 2022?
Atau bakal lahir anak kesayangan baru: Jude, Merino, atau Mbappe?

Watch Out!!!
Jangan salah fokus ya kawan.

(Editor: Tommy Rusihan Arief)