Usulan tersebut masih sebatas wacana dan keputusan final sepenuhnya berada di tangan peserta Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI 2027
JAKARTA, KAIDAH.ID – Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI, Romo R. Muhammad Syafi’i, membuka peluang perubahan sistem kepemimpinan di tubuh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Menurutnya, ada tiga skema yang bisa dipertimbangkan sebagai model kepemimpinan organisasi ke depan.
Gagasan tersebut disampaikan Romo saat memberikan arahan pada Rapat Harian dan Serah Terima Koordinator Presidium MN KAHMI dari Abdullah Puteh kepada dirinya, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026.
Wakil Menteri Agama RI ini menjelaskan, opsi pertama adalah mempertahankan sistem presidium sembilan orang seperti yang berlaku saat ini. Opsi kedua tetap menggunakan presidium sembilan orang, namun dengan koordinator yang bersifat permanen. Sementara opsi ketiga adalah mengadopsi sistem kepemimpinan presidensial.
Meski demikian, ia menegaskan, usulan tersebut masih sebatas wacana dan keputusan final sepenuhnya berada di tangan peserta Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI 2027.
“Tetapi keputusan itu menjadi kewenangan Musyawarah Nasional yang dilaksanakan pada 2027 mendatang,” kata Romo.
Selain mengusulkan perubahan model kepemimpinan, Romo juga menginginkan Munas KAHMI 2027 digelar di Jakarta. Menurutnya, penyelenggaraan di ibu kota memiliki nilai strategis, karena akan memudahkan Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri agenda tersebut.
Karena itu, ia meminta jajaran pengurus MN KAHMI segera memulai berbagai persiapan, mulai dari membentuk organizing committee (OC) dan steering committe (SC), hingga menyusun materi-materi yang akan dibahas dalam Munas nanti. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan