Ia juga mengingatkan pihak-pihak tersebut, agar tidak meremehkan kemampuan aparat keamanan negara, termasuk BAIS, BIN, Kostrad, dan Kopassus

JAKARTA, KAIDAH.ID – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Margarito Kamis, memberi peringatan keras kepada pihak-pihak, yang diduga berada di balik kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat serta tokoh lainnya. Ia meminta mereka tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses pengusutan.

Menurut Margarito, perkara ini harus dituntaskan demi kepentingan bangsa dan negara. Ia mengingatkan bahwa aparat keamanan Indonesia memiliki kemampuan untuk mengetahui dan memetakan pihak-pihak yang terlibat.

“Saya sih berharap ya demi bangsa ini, demi negara ini, sudah orang-orang ini diam. Jangan macam-macam. Diam aja. Udah. Memang cuma Anda saja yang bisa?” tegas Margarito dalam dialog di tvOne, Rabu, 4 Novembe 2026.

Ia juga mengingatkan pihak-pihak tersebut, agar tidak meremehkan kemampuan aparat keamanan negara, termasuk BAIS, BIN, Kostrad, dan Kopassus.

“Anda enggak berpikir bagaimana BAIS, bagaimana BIN, bagaimana Kostrad, bagaimana Kopassus dan segala macam. Anda mau apa? Ya sudah, jangan macam-macam deh,” katanya.

Margarito menduga kasus penyadapan Presiden tidak hanya dilakukan oleh tiga orang tersangka semata, yaitu Listyo Sigit Prabowo Ahrie Sonta Nasution dan Eko Hadi Santoso. Ia meyakini ada orkestrasi dan pihak lain di belakang mereka yang memainkan peran dalam sebuah skenario besar.

“Oh tidak mungkin hanya bertiga, ini pasti ada orkestrasi di belakangnya. Enggak mungkin, enggak mungkin. Mereka Ini bermain dalam satu kerangka besar begitu ya,” ujarnya.

Ia kemudian membandingkan pola tersebut dengan skandal Watergate di Amerika Serikat, yang melibatkan permainan politik orang-orang di dalam maupun di luar pemerintahan hingga mengguncang kekuasaan Presiden Richard Nixon.

Menurut Margarito, kasus penyadapan di Indonesia juga patut dilihat sebagai kemungkinan adanya permainan besar dengan tujuan tertentu, bahkan mengarah pada upaya menghabisi Presiden.

“Skandal itu berakhir dengan menghabisi presiden,” katanya.

Margarito menyebut ada komplotan di balik penyadapan terhadap Presiden Prabowo, dan Listyo Sigit bagian dari komplotan itu.

“Hm. Begitu dengan bosnya si Sigit gini kan. Jadi pasti sudah dipetakan ini,” jawabnya.

Margarito juga mengisyaratkan kemungkinan masih ada fakta lain yang belum terungkap. Ia bahkan memperkirakan akan ada perkembangan baru yang lebih besar dalam beberapa pekan mendatang.

“Jangan-jangan dua tiga minggu lagi meledak nih. Nah, begitu yang lain. Dan lebih dahsyat,” ujarnya.

Karena itu, Margarito berharap, Presiden Prabowo memiliki kemauan politik untuk menuntaskan perkara tersebut hingga ke pihak-pihak yang diduga berada di belakangnya. Menurutnya, penyidikan tidak boleh berhenti pada tiga tersangka, tetapi harus menelusuri kemungkinan adanya jaringan, siapa yang mengendalikan, serta tujuan dari operasi penyadapan tersebut.

Ia menegaskan, seluruh fakta harus dibuka, agar persoalan yang menyangkut keamanan pemerintahan dan kepentingan negara itu dapat diselesaikan secara tuntas. (*)

(Ruslan Sangadji)