Kecintaan yang sama terhadap sepak bola, kemudian melahirkan sebuah rencana sederhana namun bermakna. Hadianto dan Abcandra bakal menggelar nonton bareng pertandingan semifinal Timnas Argentina di Lapangan Vatulemo, Kota Palu.
Sabtu, 27 Juni 2026 siang itu, suasana Rumah Jabatan Wali Kota Palu terasa berbeda. Tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertemuan resmi antara kepala daerah dan pimpinan lembaga negara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dua orang yang dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap sepak bola.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyambut langsung kedatangan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, dengan penuh kehangatan. Sapaan akrab dan tawa ringan mengiringi langkah keduanya memasuki ruang pertemuan, mencairkan suasana bahkan sebelum pembahasan agenda dimulai.
Perhatian kemudian tertuju pada pakaian yang dikenakan Abcandra. Ia datang mengenakan jersey biru-putih kebanggaan Tim Nasional Argentina. Sebuah pilihan yang ternyata bukan tanpa alasan. Argentina juga merupakan tim favorit Hadianto Rasyid, sehingga pertemuan yang semula bernuansa formal, seketika berubah menjadi obrolan santai layaknya dua sahabat yang sedang bertemu di sebuah kafe menjelang laga besar.
Dari percakapan tentang pemerintahan, pembicaraan mengalir ke lapangan hijau. Nama-nama pemain Argentina, perjalanan tim di Piala Dunia 2026, hingga peluang menembus partai puncak menjadi topik yang menghidupkan suasana. Keduanya berbagi optimisme bahwa Albiceleste kembali mampu menunjukkan kualitasnya di panggung dunia.
Kecintaan yang sama terhadap sepak bola, kemudian melahirkan sebuah rencana sederhana namun bermakna. Hadianto dan Abcandra bakal menggelar nonton bareng pertandingan semifinal Timnas Argentina di Lapangan Vatulemo, Kota Palu.
Bagi keduanya, sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Olahraga ini memiliki kekuatan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Lapangan Vatulemo diharapkan menjadi ruang berkumpul warga, tempat ribuan pasang mata menyaksikan pertandingan, bersorak bersama, dan merayakan semangat sportivitas tanpa sekat.
Rencana nobar tersebut juga mencerminkan wajah Kota Palu, yang terus membangun ruang-ruang kebersamaan. Di tengah hiruk pikuk aktivitas pemerintahan, masih ada ruang untuk menghadirkan momen yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, melalui sesuatu yang dicintai bersama.
Di balik jersey Argentina yang dikenakan Abcandra dan senyum hangat Hadianto, tersimpan pesan sederhana bahwa hubungan antarpemimpin tidak selalu harus dibangun melalui meja rapat dan dokumen resmi. Kadang, percakapan tentang sepak bola justru menjadi jembatan yang mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi.
Pertemuan itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar kunjungan silaturahmi. Tetapi menghadirkan cerita tentang kakak beradik dan persahabatan, tentang kecintaan pada olahraga yang mampu melampaui batas profesi dan jabatan, sekaligus tentang harapan agar semangat kebersamaan yang lahir dari sepak bola dapat menginspirasi masyarakat Kota Palu.
Jika rencana tersebut terwujud, Lapangan Vatulemo bukan hanya akan menjadi tempat menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Tempat itu akan menjadi saksi bagaimana sepak bola mampu menghadirkan persatuan, mempererat persaudaraan, dan memperlihatkan bahwa di tengah kesibukan membangun daerah, selalu ada ruang untuk berbagi kegembiraan bersama warga. (*)

Tinggalkan Balasan