“Kemnaker terus fokus melakukan pengawasan K3 dan dimonitor langsung oleh Pemerintah Provinsi, bekerja sama dengan seluruh stakeholder di kawasan IMIP,”
MOROWALI, KAIDAH.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, meminta PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bersama seluruh perusahaan tenant di kawasan industri, agar terus memperkuat penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), untuk menekan risiko kecelakaan kerja di sektor hilirisasi nikel yang memiliki tingkat bahaya tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Afriansyah saat membuka Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertema Safety Culture, yang diikuti 21 perwakilan perusahaan tenant di kawasan IMIP pada akhir Juni 2026.
Menurut Afriansyah, kolaborasi antara pengelola kawasan, perusahaan tenant, serta pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, menjadi faktor penting dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan implementasi sistem K3.
“Prinsipnya, ketika industri dan dunia usaha menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, kami akan mendukung. Kolaborasi IMIP bersama seluruh tenant di kawasan, serta jajaran stakeholder pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, khususnya di Sulawesi Tengah, sudah berjalan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, industri pengolahan dan hilirisasi nikel memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Karena itu, seluruh pelaku industri diminta terus memperkuat penerapan sistem K3 secara konsisten, agar setiap potensi bahaya dapat dikendalikan sejak dini.
Afriansyah mengatakan, berbagai hasil penelitian menunjukkan, bahwa perusahaan dengan tingkat kematangan budaya keselamatan yang tinggi, cenderung memiliki angka kecelakaan kerja yang lebih rendah.
“Untuk itu diperlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya keselamatan yang tertanam dalam nilai perusahaan, perilaku kerja karyawan, dan praktik kepemimpinan kita saat ini,” katanya.
INTERNALISASI BUDAYA SAFETY FIRST
Sementara itu, manajemen PT IMIP menegaskan komitmennya, untuk terus merevitalisasi dan meningkatkan sistem K3 di seluruh kawasan industri. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, simulasi rutin, serta internalisasi budaya Safety First kepada seluruh pekerja dan perusahaan tenant.
Menurut IMIP, keselamatan dan kesehatan setiap pekerja merupakan prioritas utama dalam mendukung operasional kawasan industri yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Kementerian Ketenagakerjaan juga memastikan, akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi K3 di kawasan IMIP bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan para pemangku kepentingan terkait.
“Kemnaker terus fokus melakukan pengawasan K3 dan dimonitor langsung oleh Pemerintah Provinsi, bekerja sama dengan seluruh stakeholder di kawasan IMIP,” tegas Afriansyah. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan