UIN Datokarama berkomitmen penuh untuk terus menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dan laboratorium kerukunan beragama di wilayah Indonesia Timur

PALU, KAIDAH.ID – Sebanyak 1.675 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, mendapat pembekalan wawasan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa, yang mampu menjaga kerukunan dan merawat keberagaman di tengah kehidupan bangsa Indonesia.

Pembekalan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Datokarama, dengan menggandeng Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala PKUB Setjen Kemenag RI, M Adib Abdushomad, mengatakan pemahaman mengenai moderasi beragama, merupakan fondasi penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa, dalam menghadapi realitas keberagaman Indonesia.

“Pemahaman tentang moderasi beragama menjadi fondasi krusial bagi generasi muda, khususnya mahasiswa baru, dalam merawat kebinekaan dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa,” kata Adib, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Adib, pembangunan kerukunan dengan mengedepankan pendekatan moderasi beragama, menjadi salah satu prioritas seiring dengan kemajemukan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis sebagai agen pembawa kedamaian. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan, yang merajut kebersamaan di tengah perbedaan budaya, suku, maupun agama.

Karena itu, kata Adib, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai sejumlah nilai utama dalam moderasi beragama.

“Oleh karena itu, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam terkait komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap tradisi dan kebudayaan lokal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama, Dr. Faisal Attamimi, menegaskan, wawasan moderasi beragama menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa UIN Datokarama.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai moderasi dalam sikap dan perilaku, baik selama berada di lingkungan kampus maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Mahasiswa UIN Datokarama wajib dan harus memiliki wawasan moderasi beragama, agar dapat bersikap dan bertindak moderat di dalam maupun di luar kampus,” ungkap Faisal.

Ia mengatakan, penguatan moderasi beragama tersebut sejalan dengan visi UIN Datokarama, yang memberikan penekanan pada nilai-nilai moderasi beragama.

Faisal juga mengapresiasi Kepala PKUB Setjen Kemenag RI, M Adib Abdushomad, yang telah bersedia membangun kolaborasi strategis bersama UIN Datokarama dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.

Kolaborasi tersebut, kata Faisal, menjadi bagian dari komitmen kampus tersebut, untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

“UIN Datokarama berkomitmen penuh untuk terus menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dan laboratorium kerukunan beragama di wilayah Indonesia Timur,” tegasnya. (*)

(Ruslan Sangadji)