Sarmuji juga menyatakan pentingnya membangun pasukan organik di dunia maya dari kalangan kader sendir,i tanpa harus bergantung pada penyedia jasa buzzer
JAKARTA, KAIDAH.ID – Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, kerja-kerja politik faktual di tengah masyarakat tidak akan berdampak maksimal jika tidak diunggah dan dikomunikasikan secara masif melalui media sosial.
“Di era sekarang ini, kinerja itu tidak cukup kinerja faktual saja. Tidak cukup kita melakukan segala hal, mungkin kita bantu masyarakat, menyebarkan sembako, menemani di tengah-tengah problem kehidupan masyarakat, mungkin kita tidur di rumah warga, tetapi begitu tidak kita ekspos itu, yang menikmati hanya secuil saja,” kata Sarmuji.
Ia kemudian membandingkan kerja faktual tersebut dengan pihak yang melakukan kegiatan dalam skala lebih kecil, namun dikemas dan diekspos secara masif di ruang digital.
“Dibandingkan dengan orang yang barangkali melakukan sekali-dua kali kerja yang kecil-kecil, tetapi dikemas sedemikian rupa, diekspos sedemikian masif, maka yang kerja yang sedikit yang kecil tadi itu bisa mengalahkan kerja yang kita lakukan secara masif, banyak, terstruktur, atau apa pun itu,” ungkapnya.
Lantaran itu, Muhammad Sarmuji, memerintahkan kader Partai Golkar untuk mengunggah kerja-kerja politiknya ke media sosial, agar partai ini mendapat eksposur.
“Kita dalam satu barisan yang sama untuk mempublikasikan setiap konten bagus dan Ketua Umum lagi sangat viral,” kata Sarmuji dalam sambutannya di acara Rakornas bidang Media dan Penggalangan Opini serta Seminar Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artificial (AI) Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Dia mencontohoan salah satu konten Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadahlia, yang berhasil ditonton 6 juta kali.
Bahlil pernah viral di media sosial lewat konten “my little bolu ketan” dengan lagu “MBG, Mas Bahlil ganteng”.
Pasukan Organik Dunia Maya Tanpa Buzzer
Sarmuji juga menyatakan pentingnya membangun pasukan organik di dunia maya dari kalangan kader sendir,i tanpa harus bergantung pada penyedia jasa buzzer.
“Kalau ini menjadi gerakan yang masif, kita punya pasukan organik di udara, tidak perlu menyewa buzzer,” Kata Sarmuji. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan