Selain dihadiri Wamenag, sejumlah tokoh penting nasional juga dijadwalkan hadir pada Tabligh Akbar 08 dan Doa Bersama tersebut
PALU, KAIDAH.ID – Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Romo H.R. Muhammad Syafi’i dipastikan menghadiri Tabligh Akbar 08 dan Doa Bersama yang akan digelar di Kompleks Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 8 November 2026 malam.
Kepastian kehadiran Wamenag tersebut disampaikan Tenaga Ahli Wamenag, Junisab Akbar. Ia membenarkan bahwa Romo Muhammad Syafi’i akan bertolak ke Palu pada Ahad dini hari.
“Beliau akan ke Palu pada Ahad dini hari. Selain menghadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama, ada juga agenda pembinaan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah,” kata Junisab Akbar kepada kaidah.id, Sabtu, 7 November 2026.
Kehadiran Wamenag menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang mengusung semangat persatuan, kepedulian sosial, dan doa untuk keselamatan bangsa tersebut.
Rencana Dihadiri Ribuan Orang
Menurut inisiator acara, Abcandra M. Akbar Supratman, Tabligh Akbar 08 dan Doa Bersama itu direncanakan dihadiri ribuan orang warga Sulteng.
“Insya Allah ribuan orang akan hadir dalam Tabligh Akbar 08 dan Doa Bersama di Kompleks Alkhairaat,” kata Akbar Supratman yang juga anggota DPD RI..
Ia menambahkan, selain dihadiri Wamenag, sejumlah tokoh penting nasional juga dijadwalkan hadir pada Tabligh Akbar 08 dan Doa Bersama tersebut.
“Ya, insya Allah sejumlah tokoh nasional juga akan hadir,” katanya tanpa menyebut sejumlah tokoh tersebut.
Doa dari Palu untuk Indonesia
Tabligh Akbar dan Doa Bersama ini mengusung tema “Doa dari Palu untuk Indonesia”. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa dan para pemimpin agar dapat menjalankan amanah dengan baik.
Akbar Supratman sebelumnya menyampaikan, kegiatan itu diharapkan menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Selain kegiatan keagamaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga tetap diberi ruang untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan