PARIGI, KAIDAH.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menggencarkan program vaksinasi ternak, guna menjaga kesehatan hewan dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan layak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parigi Moutong, Wayan Purna, mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting, untuk mencegah penyebaran penyakit pada ternak.
“Vaksinasi penting untuk menghindari ternak terpapar virus dan penyakit menular lainnya, sehingga kondisi ternak tetap sehat dan aman dikonsumsi,” ujarnya di Parigi, Senin, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi menargetkan sekitar 800 ekor ternak milik warga setiap pekan. Untuk itu, pihaknya mengimbau peternak agar lebih terbuka dan mendukung program tersebut dengan menyerahkan ternaknya untuk divaksin.
Berdasarkan data Peternakan Berbasis Statistik (PBS) tahun 2024–2025, populasi sapi di Parigi Moutong mencapai lebih dari 35 ribu ekor yang tersebar di 23 kecamatan, sementara populasi ternak babi tercatat sebanyak 6.138 ekor.
Menurut Wayan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, konsumsi daging sapi diperkirakan meningkat signifikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh ternak dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
“Menjelang Lebaran, kami harus memastikan ternak sapi maupun unggas bebas dari penyakit agar kualitas daging tetap terjaga,” katanya.
Selain vaksinasi, Pemkab Parigi Moutong juga memperkuat penerapan biosekuriti di kandang-kandang ternak. Langkah ini meliputi pengendalian lalu lintas hewan, isolasi, serta sanitasi dan disinfeksi untuk mencegah masuk dan menyebarnya agen penyakit.
Peternak juga diimbau rutin membersihkan kandang serta menyemprotkan disinfektan guna mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan hewan.
“Termasuk kebersihan pekerja peternakan. Setelah mengurus ternak, pekerja diwajibkan mandi dan mengganti pakaian demi menjaga kesehatan,” ujar Wayan.
Di sisi lain, Pemkab Parigi Moutong juga terus mendorong pengembangan sektor peternakan. Saat ini pemerintah daerah menyiapkan sekitar 35 ribu hektare lahan untuk pengembangan peternakan sapi perah modern sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.
Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Luar Negeri yang melibatkan investor dari Vietnam. Hingga kini, rencana pengembangan masih dalam tahap perencanaan.
“Parigi Moutong turut ambil bagian memanfaatkan peluang ini untuk berkontribusi dalam penguatan sektor peternakan nasional,” kata Wayan. (*)
(Ruslan Sangadji / Advertorial)

Tinggalkan Balasan