JAKARTA, KAIDAH.ID – Komunitas Diaspora Sulawesi Tengah (Sulteng) di Jakarta, tengah mempersiapkan peluncuran album kolaboratif bertajuk Palu Music Community (PMC) Project – Lagu Daerah Sulawesi Tengah”. Saat ini, masih dalam tahap rekaman dan dijadwalkan rilis pada awal Agustus 2026.
Salah satu penggagas proyek, Andi Mulhanan Tombolotutu atau biasa disapa Kak Tony, mengatakan album ini merupakan bentuk pelestarian budaya daerah melalui pendekatan musik modern, dengan menghadirkan 10 lagu daerah Sulteng yang dikemas dalam aransemen pop, rock, reggae, hingga rock n roll.
Album ini memuat sejumlah karya dari para pencipta lagu daerah. Di antaranya, Halid L bersama Andi Mulhanan Tombolotutu melalui lagu Mango dan “PMC (Palu Musisi Community)”. Selain itu, Halid L juga menciptakan beberapa lagu lain seperti Ratora Tora, Nariapa Naboli, dan Tana Patuvu.
Karya lainnya berasal dari Sudaryano Lamangkona melalui lagu Jagai Ngatata, Rudi L dengan Lentoraku, serta Umar yang menciptakan tiga lagu, yakni Palu Kenangan, Nalentora, dan Mandura.
“Semoga lagu-lagu ini bisa menginspirasi dan berkenan untuk didengar,” kata Sudaryano Lamangkona, yang juga Staf Ahli di Kementerian UMKM RI.
Ia menambahkan, kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan komunitas diaspora Sulteng dalam menghidupkan kembali kekayaan musikal daerah.
“Melalui ‘PMC Project’, kami tidak hanya menghadirkan karya musik, tetapi juga membawa misi kultural untuk memperkenalkan dan menjaga eksistensi bahasa serta identitas lokal Sulteng, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Andi Mulhanan Tombolotutu yang juga Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Pencipta ini menambahkan, proses produksi album ini berada di bawah arahan produser Erick Tamalagi dan Rezal (Ejal). Proyek tersebut juga melibatkan sejumlah musisi dan vokalis diaspora Sulteng, seperti Randy, Paping Batalipu, Andi Saridina (Nona), Ifat Bachmid, Diara Cariss. L, Halid Lamando, Umar, dan Jup.
Produser Erick Tamalagi menambahkan, sentuhan aransemen modern dalam album ini diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan musik masa kini.
Setelah proses produksi rampung, album “PMC Project” direncanakan akan didistribusikan melalui berbagai platform digital serta dipromosikan melalui media sosial dan pertunjukan musik.
“Kehadiran album ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong kebangkitan musik daerah Sulawesi Tengah di tingkat nasional,” kata Erick Tamalagi. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan