Pada 28 Mei 2024, Spanyol resmi mengakui Negara Palestina. Pengakuan itu dilakukan bersama Irlandia dan Norwegia. Menurut Sánchez, keputusan tersebut diambil demi keadilan, perdamaian, dan menjaga peluang terwujudnya solusi dua negara.
PIALA DUNIA bukan cuma soal sepak bola. Buat sebagian orang, turnamen terbesar di dunia ini juga, menjadi ruang untuk menunjukkan nilai dan sikap yang mereka yakini.
Lantaran itu, pilihan mendukung sebuah tim, terkadang tidak hanya didasarkan pada kualitas permainan, tetapi juga dipengaruhi oleh kebijakan negara atau aksi para pemainnya.
Argentina di Era Javier Milei
Sejak menjabat sebagai Presiden Argentina pada Desember 2023, Javier Milei menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling terbuka mendukung Israel.
Ia menyebut Israel sebagai sekutu strategis Argentina. Milei beberapa kali bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia juga berkomitmen memindahkan Kedutaan Besar Argentina dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Dalam pidatonya di parlemen Israel, Milei menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun atas nilai kebebasan, demokrasi, dan perjuangan melawan terorisme.
Maka itu berarti Presiden Argentina mengangap warga Gaza Palestina adalah teroris. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah Israel.
Spanyol Mengambil Arah Berbeda
Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, memilih kebijakan yang berbeda.
Pada 28 Mei 2024, Spanyol resmi mengakui Negara Palestina. Pengakuan itu dilakukan bersama Irlandia dan Norwegia. Menurut Sánchez, keputusan tersebut diambil demi keadilan, perdamaian, dan menjaga peluang terwujudnya solusi dua negara.

Sejak konflik di Gaza memanas, Spanyol juga berulang kali mendesak gencatan senjata permanen. Pemerintahnya mendorong peningkatan bantuan kemanusiaan. Ia juga meminta perlindungan warga sipil sesuai hukum internasional.
Sikap itu membuat hubungan Spanyol dan Israel memburuk. Namun pemerintah Spanyol tetap mempertahankan posisinya.
Lamine Yamal Mendapat Apresiasi dari Gaza
Lamine Yamal juga menjadi sorotan. Bukan hanya karena penampilannya di lapangan. Tetapi juga karena aksi solidaritasnya terhadap Palestina. Yamal beberapa kali terlihat membawa bendera Palestina. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari warga Gaza.

Seorang seniman Palestina bahkan melukis mural wajah Lamine Yamal di atas reruntuhan bangunan di Kota Gaza. Di belakang wajah Yamal terlihat bendera Palestina. Mural itu menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas solidaritas yang mereka rasakan.
Bagaimana dengan Lionel Messi?
Lionel Messi juga beberapa kali menunjukkan kedekatannya dengan komunitas Yahudi di Israel. Ia pernah mendukung kampanye mengenang korban pengeboman AMIA di Buenos Aires. Ia juga mengirim pesan kepada kontingen Maccabiah Argentina.

Selain itu, Messi pernah mengunjungi Tembok Ratapan di Yerusalem saat tur bersama Barcelona. Namun, tindakan-tindakan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan posisi politik Messi terhadap konflik Israel – Palestina.
Indonesia Juga Punya Sikap yang Jelas
Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, tetap melanjutkan politik luar negeri yang mendukung kemerdekaan Palestina.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi, sekaligus bagian dari komitmen Indonesia terhadap penyelesaian konflik melalui solusi dua negara.
Dukungan terhadap Palestina menjadi sikap resmi negara Indonesia. Bukan pilihan yang berubah-ubah mengikuti situasi. Melainkan kebijakan yang secara konsisten diperjuangkan dalam berbagai forum internasional.
Pada akhirnya…
Sebagian orang memilih mendukung Spanyol, karena melihat sikap pemerintahnya terhadap Palestina dan mengapresiasi aksi solidaritas Lamine Yamal.
Sebagian lainnya tetap mendukung Argentina karena sejarah sepak bolanya, kualitas timnya, atau karena mengidolakan Lionel Messi.
Pilihan mendukung tim nasional tetap menjadi hak setiap orang.
Tapi jika aku menjadi kamu, pasti ku pilih dukung Spanyol, karena diriku sebagai orang Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan