Dr. Mohammad Tavip S.H.,M.Hum | Akademisi/Pemerhati Sepak Bola
Tim yang akan bertanding dini hari nanti, adalah dua tim yang punya kisah peperangan di medan pertempuran, dipicu oleh sengketa memperebutkan Pulau Malvinas (begitu orang Argentina mengenal dan menyebutnya), dan Fakland Island (begitu orang Inggris bilang).
TROFI PIALA DUNIA bentuknya telah diubah dua kali. Antara keduanya berbeda, tidak saja dari segi tampilannya, tapi makna simboliknya.
Trofi pertama dibuat oleh pematung asal Prancis Abel Lafleur, dikenal dengan srbutan Jules Rimmet. Diperebutkan dari tahun 1930 hingga 1970.
Trofi yg kedua diperebutkan sejak 1974 hingga nanti Tahun 2038 oleh pematung asal Milano Italia. Gazzaniga.
Trofi pertama pesan simboliknya adalah “kemenangan, kegemilangan, kejayaan”
Trofi kedua, pesan simboliknya adalah: nosarara nosabatutu alias torang samua basudara
Tim yang akan bertanding dini hari nanti, adalah dua tim yang punya kisah peperangan di medan pertempuran, dipicu oleh sengketa memperebutkan Pulau Malvinas (begitu orang Argentina mengenal dan menyebutnya), dan Fakland Island (begitu orang Inggris bilang).
Menariknya laga dini hari nanti, terletak pada torehan sejarah itu, menang menundukan serta menaklukan, atau melupakan masa lalu, merangkai persaudaraan dunia lewat bola sepak (bukan bola kaki).
Dini hari nanti bukan cuma 90 menit plus.
Ini perang jilid dua. Tapi kali ini, pelurunya adalah bola.
Ingat 1982?
Serangan datang lebih dulu. Jet tempur Inggris membom Port Stanley. Rudal Exocet Argentina membalas, menenggelamkan HMS Sheffield.
Serangan darat menyusul. Pasukan Inggris mendarat di San Carlos, merayap dalam dingin. Argentina bertahan, menahan, lalu terpukul mundur.
Serangan balik terakhir tak kunjung datang. 14 Juni, bendera putih berkibar di Falkland. Perang usai. Ingris menang, Argentina takluk.
Sekarang pindahkan semua itu ke lapangan hijau.
Umpan silang (diagonal), tendangan penjuru berarti serangan udara.
Tusukan dari sisi kiri kanan, cut back berarti invasi darat.
Counter attack 3 detik beraeti rudal Exocet yang tak terduga.
Argentina datang dengan luka 1982 yang belum kering. Mereka main pakai hati, pakai dendam manis, pakai tango yang menusuk.
Inggris datang dengan gengsi imperium. Disiplin, taktis, dan percaya bahwa sejarah besar harus terus ditulis.
Apapun itu:
Taktik dan strategi tetap menjadi kunci kemenangan.
Kejayaan dan kebesaran masa lalu memberi andil atas suatu capaian.
Lalu dini hari nanti, dalil itu lebih dekat melekat pada siapa?
Pada yang membalas luka dengan mahkota?
Atau pada yang menjaga mahkota dengan tembok baja?
Ke Pulau Malvinas ombak memecah,
Ke Wembley dulu sorak menggemuruh.
Bukan bedil yang bicara dini hari nanti,
Tapi kaki yang ukir sejarah baru.
Kick off 02.00 WIB.
Peluit berbunyi. Sejarah akan memilih penulisnya lagi.
Mengukir spirit dalam pesan simbolik trofi Jules Rimet atau Trofi Gazzaniga?.
Kita tunggu!!!
(Editor: Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan