“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Alloh, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al Hujurat: 10).
DI SELA-SELA prosesi peresmian Masjid Kartini Al-Husein di Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 27 Juli 2026, ada satu pemandangan yang menyita perhatian. Bukan pidato, bukan pula prosesi pemotongan pita, melainkan sebuah pertemuan yang berlangsung hangat di beranda Masjid Kartini Al-Husein.
Di tempat itu, Bupati Sigi M. Rizal Intjenae bertemu dengan mantan Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapatta. Dua tokoh yang belakangan kerap dikaitkan dengan dinamika politik dan persoalan hukum itu saling menghampiri. Mereka berjabat tangan erat, lalu berpelukan.
Suasana seketika berubah hangat. Tidak ada sekat yang tampak. Yang terlihat hanyalah dua putra daerah yang saling menyapa dengan penuh kekeluargaan.

Di tengah momen itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman merangkul keduanya. Ia memeluk M. Rizal Intjenae dan Mohammad Irwan Lapatta dalam satu bingkai kebersamaan. Tepuk tangan warga pun terdengar mengiringi peristiwa yang berlangsung singkat, tetapi meninggalkan kesan mendalam.
Tak seorang pun tahu bagaimana proses hukum atau dinamika politik akan berjalan setelah hari itu. Semua memiliki jalannya sendiri dan harus dihormati. Namun, pertemuan di halaman masjid itu, seakan mengirimkan pesan sederhana: perbedaan pilihan, kepentingan, bahkan persoalan hukum, tidak semestinya memutus tali persaudaraan.
Di rumah Allah itulah, jabatan ditanggalkan, perbedaan diredakan, dan silaturahmi kembali menemukan tempatnya. Sebab politik memiliki masa, hukum memiliki proses, tetapi persaudaraan adalah nilai yang semestinya tetap dijaga.
Dan Masjid Kartini Al-Husein menjadi saksi itu.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌفَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Alloh, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al Hujurat: 10).
Jika terjadi salah paham diantara orang – orang yang beriman maka Allah Subhanhau wata’ala memerintahkan kita damaikan orang yang berselisih.(*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan