Pemkab Sigi Salurkan Rp17 Miliar Dana UMKM Terdampak Corona Virus

  • Bagikan
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi | Foto: Amat/Kaidah

SIGI, KAIDAH.ID – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah telah menyalurkan dana pemulihan ekonomi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi COVID-19 sebesar sebesar Rp17 miliar.

“Dana tersebut untuk membantu 1.665 UMKM yang terdampak COVID-19 di Sigi,” kata Wakil Bupati Sig, Samuel Yansen Pongi.


Menurutnya, pemulihan ekonomi bagi usaha mikro yang terdampak COVID-19, menjadi dalah satu skala prioritas kepemimpinan dirinya bersama Bupati Mohammad Irwan.

“Bantuan tersebut atas kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan UKM bersama Pemkab Sigi melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sigi,” jelasnya.

 
Wakil Bupati Sameul  menambahkan, Pemkab Sigi sendiri telah memberikan dukungan terhadap 75 UMKM yang terdampak bencana, dengan nilai anggaran Rp150 juta.

DANA STIMULAN RUMAH RUSAK

Sementara itu, Pemkab SIgi juga menargetkan penyaluran dana stimulan rumah rusak karena terdampak gempa 2018 lalu, akan selesai pada bulan ini. 

“Kami menaregtkan penyaluran pencairan dana stimulan rumah rusak karena gempa tahap II yang masuk pada data awal, akan selesai di bulan ini juga,” kata Wakil Bupati.

 
Data awal yang mereka miliki, kata Wabup Samuel, jumlah penerima stimulan rumah rusak karena gempa, saat ini masih tersisa 630 kepala keluarga atau 2,48 persen, dari total 23.739 kepala keluarga.


Menurutnya, total anggaran untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan terhadap 630 kepala keluarga senilai lebih Rp10 miliar.

 
“Selebihnya sudah diselesaikan dalam 100 hari kerja kami,” kata Samuel.


Progres pelaksanaan rehab rekon pascagempa dan likuefaksi Sigi, khususnya pencairan stimulan rumah rusak berat, sedang dan ringan untuk tahap II, dari data awal total penerima berjumlah 24.219 kepala keluarga dengan anggaran lebih Rp544 miliar.

“Tetapi setelah verifikasi dan validasi, total penerima berkurang menjadi 23.739 kepala keluarga dengan total anggaran lebih Rp439 miliar. Dan telah terealisasi hingga 97,52 persen. Nah, sisanya akan diselesaikan dalam masa 100 hari kerja kami,” kata dia. *

  • Bagikan