MOROWALI, KAIDAH.ID – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), mengambil inisiatif melakukan pembenahan ruas jalan rusak di sekitar Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Dukungan tersebut menyasar 10 titik dengan total panjang sekitar 1,296 kilometer di jalur poros nasional Trans Sulawesi.
Government Relation Manager PT IMIP, Askurullah, mengatakan bantuan stimulan berupa penimbunan material di titik-titik jalan rusak, sangat mendesak untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Bantuan stimulan dari IMIP melalui penimbunan jalan ini sangat urgen bagi kebutuhan masyarakat, terutama pengguna jalan, agar melintas lebih nyaman dan aman,” kata Askurullah, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menegaskan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi infrastruktur di sekitar kawasan industri.
“Kami memahami bahwa ruas ini merupakan jalur vital aktivitas warga dan distribusi logistik. Karena itu, IMIP berinisiatif membantu percepatan penanganan di titik-titik yang kondisinya cukup parah,” ucapnya.
Menurutnya, langkah ini juga merupakan kelanjutan dari upaya penataan fasilitas jalan poros nasional Trans Sulawesi yang melintasi kawasan industri di Kecamatan Bahodopi, sekaligus menindaklanjuti permintaan Pemerintah Kabupaten Morowali pada awal 2026.
“Permintaan dukungan dari Pemkab Morowali, kami respons cepat melalui perencanaan teknis oleh Departemen Land Planning and Infrastructure untuk menentukan titik prioritas perbaikan,” jelasnya.
Pengerjaan timbunan material ditargetkan rampung dalam waktu tiga pekan. Adapun lokasi perbaikan tersebar di tiga desa, yakni Fatufia, Keurea, dan Bahodopi. Penimbunan material tanah dilakukan pada ruas jalan berlubang dan rusak parah, mulai dari depan Masjid Al-Khairaat hingga Desa Labota.
Pekerjaan yang dimulai sejak Senin, 16 Februari 2026, diawali di ruas depan Auliya Grosir hingga sisi barat Bank Sulteng di Keurea sepanjang kurang lebih 186 meter. Pada Sabtu, 21 Februari 2026, pekerjaan dilanjutkan dari sisi utara Jembatan Leuea IV Bahodopi hingga depan Warung Makan Goyang Lidah sepanjang sekitar 50 meter.
Selanjutnya, perbaikan akan menyasar sejumlah titik lain, di antaranya ruas depan BRI Link Kos Azis di Desa Fatufia sepanjang 20 meter serta depan Penginapan Adelia–Penginapan Triputra di Desa Bahodopi sepanjang sekitar 120 meter.
Material yang digunakan berupa tanah sirtu dan abu batu dengan melibatkan kontraktor rekanan. Pengerjaan di lapangan diawasi langsung oleh staf Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta didukung Satpol PP dan aparat Babhinkamtibmas/Babinsa.
Selain penyediaan material, IMIP juga mengoperasikan alat berat seperti dump truck, grader, dan single drum compactor untuk meratakan serta memadatkan timbunan.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Morowali, Hartanto, menyebut perbaikan tersebut merupakan langkah awal yang sangat membantu.
“Perbaikan dengan memberi material timbunan ini sifatnya darurat. Karena sudah banyak keluhan dari warga pengguna jalan,” kata Hartanto.
Ia menambahkan, peningkatan jalan hingga tahap pengaspalan menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Untuk pengaspalan dan peningkatan permanen, itu masuk kewenangan BPJN. Namun dukungan IMIP ini sangat membantu sebagai penanganan awal agar kondisi jalan tidak semakin memburuk,” tandasnya. (*)
(Ruslan Sangadji)
PT IMIP Perbaiki 10 Titik Jalan Poros Nasional di Morowali
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini



Tinggalkan Balasan