PALU, KAIDAH.ID – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Talim Jabalnur RW 5 Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya Sulawesi Tengah (Tahura Sulteng), Selasa, 7 Februari 2026.

Aksi penghijauan di Tahura Sulteng itu, diikuti anggota majelis talim dengan penuh antusias. Momentum menjelang Ramadhan, dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan amal, sekaligus tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Pengurus Majelis Talim Jabalnur, Buhana, menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga alam.

“Menjelang Ramadhan, kami ingin menghadirkan ibadah yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga berdampak sosial dan lingkungan. Menanam pohon adalah salah satu wujudnya,” kata Buhana.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari gerakan keagamaan.

“Ini bagian dari komitmen majelis talim, untuk terlibat dalam menjaga lingkungan dan mendukung upaya-upaya untuk mengurangi terjadinya bencana. Kami berharap ke depan lingkungan kita menjadi lebih baik dan lebih hijau,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 150 bibit pohon eboni atau kayu hitam ditanam di area arboretum. Pohon eboni dikenal memiliki manfaat ekologis sebagai peneduh, penyerap air, serta penguat struktur tanah.

Penanaman difokuskan di kawasan Arboretum Kapopo, salah satu area edukasi dan konservasi di dalam Tahura Sulawesi Tengah. Kawasan ini dinilai strategis, untuk kegiatan rehabilitasi sekaligus sarana pembelajaran lingkungan bagi masyarakat.

Pengelola arboretum, Urib, menyambut positif keterlibatan kelompok keagamaan dalam kegiatan penghijauan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Majelis Talim Jabalnur. Partisipasi kelompok keagamaan seperti ini sangat membantu upaya pelestarian kawasan hutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga alam,” ujar Urib.

Ia berharap, aksi penanaman pohon tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis.

“Semoga ini menjadi contoh dan inspirasi bagi komunitas lain untuk ikut bergerak menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Sulawesi Tengah,” tutupnya. (*)

(Moch. Subarkah)