JAKARTA, KAIDAH.ID – Kawasan Bundaran Hotel Indonesia dipenuhi gema shalawat dan tabuhan rebana, Jumat, 27 Februari 2026 sore. Sebanyak 1.300 pemain rebana memadati sepanjang trotoar kawasan ikonik ibu kota itu, dalam rangka pembukaan “Kick Off Jakarta Ramadhan Festival”.
Ribuan pemain rebana yang terdiri dari pelajar madrasah, komunitas hadroh wilayah, hingga perwakilan sanggar-sanggar hadroh se-Jakarta, tampil kolosal menghadirkan alunan musik religi yang menenangkan. Penampilan tersebut menjadi suguhan istimewa bagi warga yang tengah ngabuburit menanti waktu berbuka puasa.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan inisiatif menghadirkan ribuan pemain rebana di jantung ibu kota, bertujuan menumbuhkan kegembiraan kolektif tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah Ramadhan.
“Saya terus terang ingin memberikan kemeriahan bahwa bulan Ramadhan ini, kekhusyukan nomor satu, kekhidmatan nomor satu. Tetapi jangan lupa, harus tetap bahagia,” kata Pramono di Bundaran HI.
Ia juga menyapa para peserta dan warga yang hadir dengan nada akrab. “Dan saya yakin semua yang diundang di sini kan pasti bahagia. Belum pernah main rebana di Bundaran HI, sudah pernah belum?” tanyanya, disambut riuh antusiasme peserta.
Semarak pertunjukan semakin terasa dengan iringan full band dari musisi religi Haddad Alwi, yang turut memeriahkan suasana sore di pusat ibu kota.
Pemprov DKI menilai, Ramadhan selalu menghadirkan dimensi berbeda dalam kehidupan metropolitan Jakarta. Di tengah ritme kota yang cepat, bulan suci menjadi ruang jeda yang reflektif sekaligus momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.
Melalui Jakarta Ramadhan Festival, pemerintah daerah berharap bulan puasa tidak hanya diwarnai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang interaksi publik yang positif dan inklusif.
Pramono menegaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman kolektif yang bermakna bagi masyarakat, serta mempererat persatuan warga ibu kota. (*)
(Ruslan Sangadji)

Tinggalkan Balasan